Tidak Ada Kerusakan dan Korban Jiwa Saat Gempa 5,4 SR di Sukabumi

POJOKBANDUNG.com – Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala richter (SR) di Sukabumi, pukul 16.54 WIB, Selasa (8/1) tidak berdampak kerusakan dan korban jiwa. Bahkan tidak menunjukan adanya gempa susulan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Budi Budiman mengatakan wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. Informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,0.

Dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,83 LS dan 106,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km arah selatan Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

“Dari hasil pemantauan sampai pukul 17.43 WIB, sementara tidak ada dampak baik korban jiwa ataupun kerusakan dan kerugian harta benda, juga tidak mengganggu kehidupan dan penghidupan,” kata Budi, Selasa (8/1).

Namun berdasarkan pemantauan dan koordinasi dengan Kabupaten/Kota terus dilakukan. Bahkan hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan.

“Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jabar, 12 Kota Kabupaten di Jawa Barat merasakan guncangan gempa bumi tersebut. Diantaranya Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

Sementara Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani menjelaskan penyebab gempa bumi tersebut berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya (65,7 km; USGS) yang berada pada jalur kegempaan (Zona Benioff), gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Sedangkan dampak dari guncangan gempa bumi dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Salak di Kecamatan Cicuruk, Kabupaten Sukabumi; Gunung Gede di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur; Gunung Tangkuban Parahu di Ciater, Kabupaten Subang; dan Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dengan intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity).

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Juga masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil,” tutur Kasbani, Selasa (8/1).

(jpc)

 

Loading...

loading...

Feeds

dinkes

Dinkes Bandung Utamakan Kualitas Puskesmas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas Puskesmas. “Untuk kondisi sekarang, yang penting bagi …
sukabumi

Pick-Up Colt L300 Dominasi Sukabumi

POJOKBANDUNG.com, PT SRIKANDI Diamond Cemerlang Motors dealer Mitsubishi Wilayah Sukabumi, didukung PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Distributor …
dpd

DPD KNPI Kota Bandung Gelar Orientasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peringati hari kemerdekaan Republik Indonesia, DPD KNPI Kota Bandung menggelar orientasi 210 peserta di salah satu pusat pendidikan …
kodim

Kemarau, Kodim 0605 Subang Bantu Petani

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kodim 0605/Subang telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau panjang. Salah satunya adalah dengan melakukan pengawalan …
zurich

Zurich Luncurkan Asuransi Kelas Dunia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru Zurich Critical Advantage (ZCA) dengan manfaat utama perawatan medis …