Besok, Dirjen Pas Akan Jadi Saksi Sidang Suap Eks Kalapas Sukamiskin

Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ketika akan menjalani penahanan perdana, Sabtu (21/7) malam.

Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ketika akan menjalani penahanan perdana, Sabtu (21/7) malam.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami Rabu (9/1) besok dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Tak hanya Sri, ada empat saksi yang dijadwalkan hadir dalam persidangan tersebut.

“Diagendakan diperiksa besok, yaitu Mulyana, sopir Dirjen Pas, Slamet Widodo dan Yogi Suhara, ini PNS di Lapas. Ada juga dokter Lapas Dewi Murni Ayudan,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/1).

Mantan aktivis ICW ini menjelaskan, persidangan akan digelar di PN Tipikor Bandung. Namun, Febri belum menjelaskan apa yang akan didalami dari Sri. Yang jelas, menurutnya, Sri akan digali keterangannya seperti pada proses penyidikan.

“Saya belum bisa sampaikan ya apa yang diklarifikasi besok oleh jaksa. Persidangan terbuka untuk umum dan bisa dilihat publik. Tapi tentu materi yang akan ditanyakan itu terkait dengan apa yang sudah diperiksa dalam proses penyidikan,” jelasnya.

“Misal di proses penyidikan didalami terkait dengan bagaimana pengaturan di Sukamiskin, izin keluar, izin kondisi tertentu, ataupun informasi yang kami peroleh di proses penyidikan ada dugaan misalnya pemberian sebuah tas kepada sopir Dirjen Pas. Itu tentu jadi poin yang diperhatikan,” tambahnya.

Sebelumnya, Sri disebut menerima kado ulang tahun berupa tas mewah dari Wahid. Tas itu disebut didapat dari Fahmi Darmawansyah selaku salah satu terpidana di Lapas Sukamiskin.

Hal tersebut juga tertuang dalam berkas dakwaan yang dibacakan jaksa KPK dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (5/12).

“Pada bulan Juli 2018, Fahmi Darmawansyah melalui Andri Rahmat (tahanan pendamping) memberikan satu buah tas cluth bag merek Louis Vuitton untuk terdakwa yang diterima melalui Hendry Saputra (ajudan Wahid),” kata jaksa KPK Trimulyono Hendradi saat membacakan dakwaan.

Namun, kata Febri, ketika proses penyidikan tas mewah itu sudah dikembalikan melalui sopir Sri. Bahkan, Sri juga membenarkan bahwa tas mewah itu sudah berada ditangan KPK.

“Jadi ada hasil berita acara, lebih baik proses hukum saja, nanti dilihat seperti apa,” pungkas Sri pada awak media, di Kemenkum HAM, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/12).

 

(jpc)

loading...

Feeds

Dinilai Teruji, Brigas Pilih Dukung Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Joko Widodo dianggap sudah bisa menjaga stabilitas ekonomi dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan sejumlah …