Kab. Bandung Ekspor 42 Komoditas Hortikultura

Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ke PT. Alamanda Desa Margahurip Kecamatan Banjaran, Jumat (4/1/2019).

Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ke PT. Alamanda Desa Margahurip Kecamatan Banjaran, Jumat (4/1/2019).

POJOKBANDUNG.com, BANJARAN – Sebanyak 42 komoditas hortikultura (tanaman kebun) asal Kabupaten Bandung siap di ekspor ke 12 negara, diantaranya China, Singapura dan Hongkong. Hal tersebut terungkap saat kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ke PT. Alamanda Desa Margahurip Kecamatan Banjaran, Jumat (4/1/2019).

Pada kunjungan Mentan tersebut, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.IP., M.IP berterimakasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan Kementerian Pertanian RI kepada petani di Kabupaten Bandung.

“Beraneka ragam jenis tanaman hortikultura ada di sini, mulai dari terong, kubis, kentang sampai baby buncis. Atas perhatian yang diberikan kementerian, Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Bandung masih bertahan sebagai kabupaten terbaik dibidang pangan sekaligus sebagai penopang pangan di Jawa Barat,” ungkap bupati saat menghadiri acara Pelepasan Ekspor Produk Hortikultura di PT Alamanda.

Kedepannya, lanjut Dadang, pihaknya akan memperkuat tanaman yang biasa tumbuh di empat musim. “Kita pernah kuat sebagai penghasil stroberi terbaik, dan saat ini kita sedang perbaiki pembibitannya. Masyarakat juga sedang semangat menanam kentang. Dengan diperkuatnya tanaman empat musim ini, tidak perlu lagi impor, kita harus ekspor,” jelasnya.

Dirinya menilai, bibit yang digunakan petani harus berkualitas tinggi. ia juga menambahkan, pembinaan terhadap petani serta manajemen pengelolaan dan pemasaran sangatlah penting.

“Yang terpenting adalah bagaimana petani-petani mendapatkan bibit yang berkualitas, baik untuk hortikultura maupun pangan lainnya. Selain itu untuk meningkatkan kualitas komoditas, pembinaan kepada para petani pun sangat dibutuhkan,” imbuh Bupati Bandung.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung Ir. H. Tisna Umaran, MP mengungkapkan, pihaknya akan memfasilitasi petani untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian serta memenuhi kualifikasi ekspor.

“Sebenarnya permintaan dari luar terus meningkat, sampai saat ini kita juga terus memfasilitasi petani agar hasil pertaniannya bisa memenuhi kualifikasi ekspor dan eksportir pun tidak kesulitan mencari pasokan. Oleh karena itu kita akan fokus kepada komoditas yang biasa ditanam di Kabupaten Bandung,” terang Tisna.

Kadistan mengungkapkan, pihaknya tidak menentukan komoditas apa yang menjadi unggulan, tapi lebih mengutamakan kesejahteraan petani lokal.

“Di tahun 2019 ini pemerintah pusat masih konsentrasi pada swasembada pajale (padi, jagung dan kedelai). Kita semua tahu padi merupakan komoditas yang stategis dan merupakan bahan pokok kehidupan manusia. Untuk komoditas lokal sendiri kami kembalikan ke pasaran, apa yang dibutuhkan dan harganya menarik kami akan penuhi, yang penting bisa memberikan kesejahteraan bagi masayrakat,” imbuhnya.

Sementara Mentan RI mengungkapkan, proses perizinan ekspor Indonesia mulai cepat. Dari tiga bulan 13 hari dengan trasit di Malaysia, Singapura dan Thailand, menjadi tiga jam tanpa transit terlebih dahulu.

“Dengan online single submission (perizinan terpadu), alhamdulillah sekarang kita sudah mengekspor direct dari Indonesia ke Hongkong, China, Australia dan New Zealand. Bagi kami, eksportir merupakan pahlawan devisa serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui ekspor. Oleh karena itu kami akan bantu dan layani mereka dengan baik,” tutur Andi.

Dirinya menjelaskan, di tahun 2018 nilai ekspor hortikultura Indonesia meningkat 11,29 % dengan nilai lebih dari Rp. 5 triliun, dengan negara tujuan 113 negara.

“Secara spesifik, data Direktrorat Jenderal Holtikultura kementan menujukkan selama 2018 lalu, ekspor sayuran naik 4,8 persen, ekspor bungan naik 7,03 persen, dan ekspor buah naik dengan sigifikan sebesar 26,27 persen,” pungkas Mentan RI.

(apt)

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Mentah-Mentah Saran Kapolri

Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Sibolga ternyata sempat ditentang Kapolri Tito Karnavian. Pasalnya, kota kecil di Sumatera Utara …