Yuk…Menjelajah Falsafah Sunda di Museum Bale Indung Rahayu

Wisatawan asal Kabupaten Bandung mengunjungi Museum Bale Indung Rahayu di Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah) Purwakarta

Wisatawan asal Kabupaten Bandung mengunjungi Museum Bale Indung Rahayu di Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah) Purwakarta

POJOKBANDUNG.com, PURWAKARTA – Lampah dilakonan, kasih indung marengan, samping jangkung gelung iucung, awak rengkung disebakeun, sesa umur dianteurkeun. Ngaguru ku kabodoan, ikhlas eusi kapintera, ciduh metuh jajampean, ajeg lampah dilakonan.

Penggalan lirik lagu ‘Indung’ di atas mengantar kita memasuki relung sembilan bulan kehidupan bayi di dalam rahim ibu. Terdengar di lorong gelap nan panjang di Museum Bale Indung Rahayu di Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah) Purwakarta.

Sebuah museum yang dulunya adalah Gedung PPK itu, bercerita tentang hidup dan mati manusia, juga peran seorang indung atau ibu dalam budaya Sunda.

Kita terlahir ke Bumi melalui rahim ibu. Sembilan bulan lamanya kita meringkuk dan bergerak-gerak kecil di dalam perut ibu. Apa yang kita tahu kala itu? Tidak ada. Kita hanya tahu jika kita melihat ibu saat kali pertama membuka mata.

Lorong panjang itu adalah penghubung bagian paling depan museum dengan sejumlah ruangan utama yang ada dalam museum seluas 650 meter persegi ini. Lorong ini mengambil penggambaran proses sembilan bulan kehamilan seorang ibu.

Dibuat semakin menyempit untuk menggambarkan suasana bayi dalam rahim ibu. Semakin lama, semakin bertambah usia, semakin besar, dan semakin sempit rahim seorang ibu.


Beranjak keluar dari lorong rahim, pekik tangis seorang bayi menggema pada seisi ruang. Pekik tangis itu rupanya mencerminkan bayi yang baru lahir ke dunia.

Ada banyak kisah dalam ruangan itu. Sejumlah display istilah adat istiadat soal proses melahirkan bayi ditempel di dinding-dinding ruangan. Istilah yang tercantum di antaranya kanjut kundang, mempet baju, paraji, ngaruju-nyawa ngan kari sajuru deui, ngaruang, dan lain-lain.

Di sisi yang berbeda, sejumlah jenis dan tata cara upacara tujuh bulanan dipamerkan. Seperti persyaratan, persediaan, juga kapan waktu yang tepat untuk menggelar upacara tujuh bulanan. Misalnya saja soal syarat tujuh ekor belut yang dijadikan simbol harapan agar proses bersalin dapat berjalan dengan lancar.

Masih dalam ruangan yang sama, sejumlah permainan khas Sunda tempo dulu ikut dipamerkan. Permainan-permainan itu berupa congklak, oray-orayan, ngadu muncang, huhuian, dan lain-lain.

Di sekeliling ruang bagian atas, terhampar lukisan hutan di Tatar Sunda. Lengkap pula dengan kujang dan konsep serta filosofi hidup manusia Sunda, seperti Tri Tangtu dan konsep trias politika Sunda yang terdiri dari silih asah, silih asih, dan silih asuh.

Sementara, tepat di bagian tengah ruang, dua buah leuit, tempat orang Sunda menyimpan padi yang baru dipanen dan dipamerkan.  Tak jauh dari situ, terlihat lisung atau wadah menumbuk padi menjadi beras. Di sini, kita akan belajar soal teknik bercocok tanam dari tahap awal hingga masa panen tiba.

Melengkapi leuit dan lisung, ada juga miniatur Upacara Seren Taun di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi. Seren taun ini merupakan upacara besar masyarakat adat Sunda ketika memasuki hasil panen pertama ke dalam leuit.

Tak hanya di ruang utama, ruang-ruang lain dalam Bale Indung Rahayu juga memperlihatkan soal apapun terkait manusia Sunda. Mulai dari sistem perkampungan adat Sunda, hasil alamnya, kuliner tradisional Sunda, dan lain-lain.

Puas melihat seluruh isi Bale Indung Rahayu, mengamati kehidupan manusia-manusia Sunda di sekeliling ruang. Tak terasa waktu rupanya telah 45 menit berlalu. Tinggal gilirannya bagian paling terakhir untuk ditengok. Bagian yang menggambarkan “pangbalikan” atau kematian manusia berdasarkan falsafah Sunda. 

Menurut salah seorang petugas Bale Indung Rahayu, setiap bulannya yang berkunjung kesini rata-rata 5.000 orang, apalagi pada musim liburan sekolah bisa mencapai 10.000 orang.

” Alhamdulillah, setiap hari museum ini dikunjungi. Ya hanya hari Senin aja libur,” tandasnya.

Lebih jauh lagi, kata petugas, Bale Indung Rahayu bertutur tentang hidup dan kehidupan di alam Sunda yang ditampilkan secara apik melalui seni relief, lukisan, pahat, dan bangunan. “Dari pola pengasuhan, mainan, makanan, pola hidup, rumah, bertani, sampai kematian,” tuturnya.

Misalnya tentang filsafat pengasuhan Ciluk-Ba, Nang-ning-ning-nang-keung, dan Prang-pring, sewaktu anak masih berusia balita. Lalu, ketika sudah beranjak remaja hingga dewasa, anak-anak Sunda selalu diajari tentang falsafah hidup, budi pekerti, lingkungan, peran indung (ibu), hingga dzukrul maut atau zikir kematian. Ihwal peran indung, betapa kuatnya diajarkan di dalam kehidupan budi pekerti suku Sunda, sebagaimana juga ajaran Islam, yang sangat menghormati peran seorang ibu.

Ia menggambarkan jika seorang anak kurang mendapatkan perhatian dalam pola pengasuhan seorang ibu, dia dipastikan tidak akan menjadi anak yang saleh dan saleha. “Sebaliknya, hidupnya selalu dilumuri hawa nafsu dan keserakahan duniawi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Soreang Kabupaten Bandung, Rery Mardiyah mengatakan, kehadiran Museum Bale Indung Rahayu ini menjadi pengingat setiap orang, terutama orang Sunda, agar terus eling terhadap jati dirinya.

“Pokoknya, kontennya bercerita tentang manusia, mulai usia satu hingga sembilan bulan, dalam kandungan dan dilahirkan, sampai fase usia satu tahun, masa anak-anak, remaja, dewasa, dan kematian,” ujar Rery.

(apt/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Google Hapus 85 Aplikasi di Play Store

Berdasarkan laporan peneliti di Trend Micro, Google menghapus 85 aplikasi dari Google Play Store. Pasalnya, aplikasi diketahui mengandung adware yang dapat …
blok

Rutilahu Sambangi Blok Dukuh Subang

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat kembali merobohkan rumah warga untuk dilakukan perbaikan. Kali ini bersama warga dusun dua Blok …
meter

Warga Ujungberung Akan Arak Bendera 74 Meter

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Ujungberung, Kota Bandung, akan dimeriahkan oleh pengarakan bendera merah putih sepanjang …
pkl

Penataan PKL Cicadas Selesai September 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas rampung September 2019. Sebanyak 602 pedagang bakal …
narkoba

BNN Kota Bandung Canangkan Kelurahan BERSINAR

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penyalahgunaan Narkoba sangat merusak kehidupan penggunanya.bukan hanya dari segi fisik yang dapat merenggut nyawa,tetapi juga berdampak langsung …
lebih

Pondasi Budaya Harus Tetap Diperkokoh

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Selama ini belum ada landasan strategis mengenai kebudayaan. Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, bangsa …
rsud

Gegara BPJS RSUD Cibabat Jadi Punya Utang

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Buntut tunggakan BPJS Kesehatan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat berhujung utang. Saat ini, untuk memenuhi …