Duh…Dokter Puskesmas Kota Bandung Kewalahan Tangani Pasien

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satu Puskesmas di Kota Bandung, baru ditangani oleh dua orang dokter umum. Padahal, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung Rita Verita, seharusnya satu puskesmas dikelola oleh tiga orang dokter.

“Di Kota Bandung ada 80 Puskesmas, dengan jumlah dokter yang menangani sebanyak 90 orang,” ujar Rita.

Karena itu, Rita mengakui, memang kekurangan tenaga dokter umum dan dokter ahli di puskesmas.

“Sekarang kan memang ada penambahan dari CPNS, tapi belum semua terpenuhi,” tegas Rita.

Sementara itu, Walikota Bandung Oded M.Danial mengingatkan, kepada tenaga dokter puskesmas yang baru dilantik, karena ada perombakan struktural, sehingga, mereka yang awalnya tenaga struktural kini menjadi tenaga fungsional.

“Saya mengingatkan kepada para pejabat fungsional ini, untuk memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat,” ujar Oded.

Oded mengatakan, tidak pilih-pilih dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Untuk itulah pentingnya pakta integritas, agar tidak tebang pilih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga pakta integritas yang sudah diucapkan, tidak hayang dibibir saja, tapi juga wujudkan dalam perilaku yang adil kepada masyarakat,” paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP) Kota Bandung Yayan A Brillyana mengatakan, awalnya di Kota Bandung hanya ada 30 Puskesmas.

“Namun, karena kami ingin memberikan pelayanan yang maskimal kepada masyarakat, jadi jumlahnya ditambah. Sekarang ada 80,” kata Yayan.

Dengan adanya pnambahan puskesmas ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat tidak berjubel di satu tempat.

Yayan mengakui, memang kekurangan tenaga medis di Puskesmas, terlebih dokter spesialis.

Karenanya, Yayan mengatakan, membuka pintu selebar-lebarnya, kepada dokter PNS yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya, menjadi dokter spesialis.

“Kami akan membiayai sekolah dokter spesialis. Karena kami punya anggara Rp800 untuk membiayai dokter yang ingin menjadi pesialis,” terangnya.

Menurut Yayan, berdasarkan amanat undang-undang, bahwa pemerintah kota harus menyisihkan 0,16 % dari APBD untuk pendidikan dan pelatihan bagi PNS.

“Untuk Kota Bandung sendiri, ada anggaran sekitar Rp11 miliar,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Mentah-Mentah Saran Kapolri

Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Sibolga ternyata sempat ditentang Kapolri Tito Karnavian. Pasalnya, kota kecil di Sumatera Utara …