Ada 300 Mahasiswa Korban Kerja Paksa di Taiwan,

Menristekdikti M. Nasir

Menristekdikti M. Nasir

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebanyak 300 mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa beasiswa di Taiwan. Kabar tersebut menjadi berita heboh di Taiwan dan tanah air beberapa waktu lalu.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menyebut ratusan mahasiswa yang menjadi korban kerja paksa di Taiwan adalah para pencari beasiswa yang tidak melalui jalur kementeriannya. Ia menduga, mereka melalui rute ilegal atau calo.

“Yang terjadi di Taiwan saya lagi komunikasi mulai kemarin. Itu adalah mahasiwa yang tidak melalui jalur Kemenristekdikti, dengan kata lain melalui calo,” katanya saat dijumpai di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (3/1).

Untuk diketahui, sebanyak 300 mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Taiwan malah dijebak untuk melakukan kerja paksa di pabrik-pabrik setempat. Mahasiswa yang terjebak tersebut diiming-imingi mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sana.

Nasir melanjutkan, para pencari beasiswa itu bergerak tanpa pengawasan dari Kemenristekdikti. Padahal, jika lewat pihaknya, akan diikutkan pada program kerjasama melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei atau Taipei Economic and Trade Office (TETO) dan pastinya termonitor.

“Di mana dia berangkat ke sana sendiri, ditawarin bisa masuk perguruan tinggi di sana, nggak bisa diterima. Akhirnya bekerja di perusahaan, akhirnya penipuan,” sambungnya.

Sehingga, ia pun memastikan bahwa ini bukanlah kewenangan Kemenristekdikti. Melainkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Kendati demikian, pihaknya bakalan melacak apakah ada yang diberangkatkan dari kampus.

Lebih lanjut, dirinya mengimbau bagi siapa saja agar tak mudah tergiur dengan tawaran melanjutkan studi di luar negeri.

Nasir menyarankan supaya bisa mencari informasi ke Kemenristek, seperti prosesnya, prosedurnya benar atau tidak dan lain sebagainya.

“Saya berharap seluruh Warga Negara Indonesia yang ingin melanjutkan Perguruan Tinggi ke Taiwan, tolong dicek betul apakah proses pembelajarannya betul atau tidak. Karena di Taiwan, perguruan tinggi kelas dunia banyak, jangan sampai mengeneralisasi semua itu bermasalah,” pungkasnya.

(gul/jpc)

loading...

Feeds

Tim Alpha dan KAMMu Kawal Rekapitulasi Suara

POJOKBANDUNG.com, RELAWAN Pasangan Capres nomor urut 01 Jokowi-Amin Tim Alpha dan Korps Angkatan Muda Muhamadiyah (KAMMu) Jawa Barat, diminta tidak lengah …

Relawan Jabar Tahan Suara Pasangan 02

Perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga seolah tidak goyah untuk wilayah Jawa Barat. Meski demikian, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, mengklaim …

Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Niat menyekolahkan anak di sekolah yang layak, namun tidak sesuai harpan. Hanya kekecewan yang didapat. Itulah yang …
cisumdawu

Tol Cisumdawu Siap Digunakan Pemudik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerima informasi terbaru terkait kesiapan sebagian ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), untuk mudik …
beasiswa BI

18.565 Mahasiwa Dapat Beasiswa BI

POJOKBANDNG.com, BANDUNG – Program Beasiswa Bank Indonesia dalam bentuk GenBI memasuki tahap pelantikan dan leadership camp. Program tersebut rupanya mendapatkan …
groundbreaking

Groundbreaking Tol NS Link Tunggu Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian jadwal Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo, memimpin groundbreaking …
seragam

Pikat Pemilih, KPPS Pakai Seragam SMA

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Untuk menarik minat dan meningkatkan jumlah partisifasi warga dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini, Kelompok Panitia …
bidding

Lelang Jabatan Masih Sepi Peminat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Panitia pelaksana seleksi open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi belum menerima satupun berkas lamaran dari Aparatur …
pileg

Banyak Warga Bingung, tapi Sukses

POJOKBANDUNG.com, PASEH – Pelaksanaan pemungutan suara pada pilpres dan pileg 2019.berjalan lancar dengan suasana damai meski agak membingungkan para pemilih. …