Pemerintah Perlu Merealisasikan Gagasan Pemuda

DISKUSI : Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Kota Bandung menggelar diskusi dan refleksi akhir tahun seputar dunia kepemudaan dan politik Indonesia di 2019 di Freddo Coffeeshop,Jalan Merak, Sabtu (29/12/2018). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

DISKUSI : Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Kota Bandung menggelar diskusi dan refleksi akhir tahun seputar dunia kepemudaan dan politik Indonesia di 2019 di Freddo Coffeeshop,Jalan Merak, Sabtu (29/12/2018). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap politik dapat dimanfaatkan oleh para calon pemimpin. Sehingga, masih saja ada masyarakat yang mudah terbuai dengan bualan para pemimpinnya setelah mereka berhasil memenangkan pemilu.


Agar masyarakat tidak lagi mudah tertipu dengan janji manis itu, tentunya diperlukan peran sejumlah pihak terkait untuk memberikan edukasi politik. Sebab, dalam realita maupun penerapannya, seringkali tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan ketika pemimpin sudah berhasil duduk manis dengan jabatannya.

Menurut Ketua GARBI Jawa Barat, Muhammad Elvandi, pentingnya edukasi politik ini agar setiap warga bisa memilih wakil rakyat dan pemimpin yang mampu untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Jadi, edukasi politik itu bukan hanya sekedar memberikan contoh bagaimana cara mencoblos saja. Tapi, bagaimana cara memberikan keputusan terbaik terhadap pilihannya. Sehingga jangan sampai menyesal dikemudian hari,” kata Elvandi.

Sementara itu, dalam memberikan gagasan terhadap pemerintah, lanjut dia, masyarakat terutama pemuda genrasi milenial ini sangat diharapkan partisipasinya. Para pemuda ini nantinya harus bisa menjadi menjadi kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan ketika mereka berkampanye.

“Mereka (Pemuda) baik di Bandng atau umumnya se Jawa Barat, harus bisa meyalurkan gagasan kepada pemerintah. Salah satu upayanya dengan mengevalusi kinerja pemerintah yang kemudian didiskusikan dengan masyarakat atau komunitas lainnya,” ungkapnya.

Meskipun saat ini anak muda sudah memiliki berbagai saluran untuk bersuara seperti media sosial, lanjut dia, hal tersebut dinilai sulit untuk membawa perubahan. Sebab, tidak ada kekuatan besar yang bisa menggerakan suara-suara tersebut agar berdampak pada sasaran.

“Jadi, proses pengumpulan gagasan ini perlu diakomodasi dan diagregrasi forum ilmiah. Tulisan di media sosial tidak cukup, harus ada lembaga yang memiliki power yang menggerakannya,” tuturnya.

Sementara itu, Praktisi teknologi, Sansan Hasanudin menambahkan, dalam mensejahterakan daerah, ekonomi kerakyatan dan koperasi dinilai mampu menjadi solusi di masa yang akan datang.

“Contohnya, sebuah sistem tabungan santri di sebuah pesantren yang akhirnya mampu mensejahterakan pondok tersebut,” kata Sansan menambahkan.

Dia berharap, anak muda Kota Bandung suatu saat dapat memiliki keberanian untuk melakukan hal serupa, yakni memajukan sekitar lewat menabung di koperasi.

“Harus mulai berani menabung di koperasi, dan saya berharap suatu saat Bandung bisa benar-benar menerapkan sistem cashless society,” tuturnya.

(gat)

 

Loading...

loading...

Feeds

Rekrut Bek Baru Jangan Sancho

Rekrut Bek Baru Jangan Sancho

POJOKBANDUNG.com, MANCHESTER – Manchester United kembali diminta fokus memperkuat lini pertahanan. Nama Dayot Upamecano diusulkan agar diprioritaskan ketimbang Jadon Sancho. …
Geoffrey dan Febri Alami Cedera

Geoffrey dan Febri Alami Cedera

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kurang dari sepekan kabar kurang mengenakan menghampiri Persib Bandung. Dua pemainnya mengalami cedera. Ya dua pemain itu …

Kolaborasi Telkomsel-MCAS, Luncurkan DigiSaham

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– PT M Cash Integrasi Tbk (IDX: MCAS), perusahaan distribusi digital terdepan di Indonesia, mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi …

Waspada! Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, periode tiga hari kedepan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan …

ICW: Pejuang KPK Itu Tak Tinggalkan Gelanggang

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengomentari sindiran Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron terhadap pegawai lembaga antirasuah yang mengundurkan …

Wanita Dimuliakan tanpa ‘Kesetaraan’

BICARA tentang kaum hawa hari ini masih berkutat seputar problem kesetaraan gender yang menjadi komoditi propaganda barat yang dikampanyekan pada …