Pedagang Terompet Keluhkan Omzet Menurun

Gerobak penjual trompet milik Ujang di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu (30/12). Foto: Azzis Zulkhairil/Radar Bandung

Gerobak penjual trompet milik Ujang di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu (30/12). Foto: Azzis Zulkhairil/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Momen perayaan tahun baru biasanya menjadi momen tepat untuk penjual trompet menambah perekonomian keluarga, namun tahun ini pemandangan berbeda untuk penjual trompet kota Bandung yang justru mengeluh lantaran sudah minimnya pembeli.


Salah seorang pedagang trompet di Jalan Kiaracondong, Ujang(52) mengaku sejak lapak daganganya buka pada 29 Desember lalu, belum dibanjiri pembeli, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tergolong lumayan diminati.

Sejak dua hari membuka lapaknya, ia mengaku baru bertemu pembeli yang bisa di hitung jari, antusiasme pembeli tahun ini sangat menurun, bahkan anak-anak yang biasa membeli kini jarang ditemuinya

“Barang dagangan baru dapet satu sekarang mah, kemarin malah sepi, ini aja jualan setok belanja tahun lalu,”kata Ujang di Jalan Kiaracondong, Senin (31/12).

Stok yang ia sediakan dari tahun lalu sampai saat ini kurang lebih ada 200 trompet dengan model yang berbeda-beda, dari semua model trompet tahun ini belum terlihat mana yang paling diminati pembeli.

Sedangkan untuk tahun kemarin, barang daganganya hampir habis dari stok yang ia sediakan, biasa menjual dengan dua grobak ia pun tahun ini hanya menjual satu grobak.

“Tahun kemarin abis 50 biji, Itu juga di grobagin sama anak bapak, sekarang satu grobak saja sepi,”ungkapnya.

Menurutnya, hal serupa juga dialami beberapa temanya yang kini hampir tidak ikut berjualan, bahkan beberapa temanya malah memilih mencari sampingan lain di tahun baru dibanding dengan berjualan trompet.

Sepanjang jalan Kiaracondong diakuinya, H-3 sebelum tahun baru terdapat 6-7 penjual trompet baik itu menggunakan grobak dan menggunakan motor, namun saat ini ia rasa kini tinggal ia seorang.

“Sekarang juga sudah pada negluh, ini sepi. Biasanya tiga hari juga sudah ramai,”sambungnya.

Salah seorang pembeli, Fahmi(20) mengakui, momen tahun baru kali ini memang beberapa temanya merayakan dengan beberapa kegiatan berbeda-beda. Namun ketertariakan membeli trompet sudah menjadi ciri khas.

“Tidak ada alasan lain, kalau tahun baru ya tiup trompet,”kata Fahmi.

ia juga merasa bahwa penjual trompet semakin tahun semakin mulai jarang, ia teringat beberapa tahun lalu jelang tahun baru penjual trompet selalu di cari-cari. Tahun ini berbeda.

“Inget waktu SMP sampai SMA, penjual trompet pasti di cari, sekarang sudah sepi,”jelasnya.

Berdasarkan pantauan Pojokbandung, beberapa penjual trompet di Jalan Kota Bandung seperti Jalan Merdeka, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Kiaracondong sedikit terlihat yang berjualan trompet.

(azs/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds