Tangani Urusan Sengketa Tanah, Lipan RI Datangi Desa Jelengkong

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Investigasi & Pengawasan Aset Negara ( Lipan) RI, datang ke Desa Jelekong, Kabupaten Bandung, untuk selesaikan sengketa tanah.‎‎

Ketua Umum Lipan RI Harun S Prayitno mengatakan, kedatangan Lipan ke Desa Jelekong adalah untuk menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat,

“Ada indikasi di Kelurahan Jelekong dan Mangahan ada sebagian lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris yang dimanfaatkan oleh pihak lain dan sekiranya sudah ada indikasi menjadi sertifikat hak milik,” ujar Harun.‎‎

Lebih lanjut Harun mengatakan, saat ini Lipan mengamankan lahan yang kosong terlebih dahulu. Namun di lahan milik Edi Sanusi dan ahli waris ada sebagian yang menjadi hak milik atas nama orang lain.

“Maka ke depannya kita akan coba usut atau dengan cara mediasi, atau juga melalui jalur hukum,” tegasnya,

Menurut Harun, Lipan akan terus melakukan investigasi sampai ahli waris benar-benar menguasai fisik maupun yuridis secara formal.‎‎

“Maka saat ini kita melakukan pematokan sebagian lahan yang benar-benar kosong dan sudah ada data yuridis sebanyak 55 dokumen,” ungkap Harun.

Harun mengatakan, pihaknya ‎tetap mengutamakan jalur diplomasi dan melakukan mediasi.

“karena kita memang lembaga mediasi. dan kita juga terus mencari jalan tengah yang terbaik,” pungkasnya.‎

Ketua Lipan Jawa Barat Toto Sunarto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya melaksanakan investigasi ke Desa Jelekong, dan melakukan pemasangan patok,

“Kami mematok lahan tersebut dikarenakan semua berkas-berkas milik Edi Sanusi dan para ahli waris legal standingnya aman dan bersih,” ungkapnya,

“Kami sudah cek dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa, selain itu kami sudah sounding dengan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Toto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya memiliki 75 Legal Standing yang terdiri dari para ahli waris, dan sudah dikuasakan kepada PT Sumber Bumi Pajajaran yang berkedudukan di kota Bandung.‎‎

Mengenai latar belakang kasus ini, Toto Sunarto mengungkapkan, kasus ini bermula adanya penyerobotan sebagian lahan milik Edi Sanusi dan para ahli waris sebesar 18 persen, “Oleh karena itu kami melakukan investigasi,” ujarnya,

loading...

Feeds