Pemprov Jabar Mendorong Unpad Segera Tetapkan Rektor Unpad Definitif

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta jadwal pemilihan rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) segera ditentukan. Hal itu diniliai penting agar menghindari jabatan rektor berstatus Pelaksana Tugas (Plt).


Hal itu disampaikan Sekretaris Jawa Barat, Iwa Karniwa usai menghadiri rapat Mejelis Wali Amanat (MWA) di Jalan Cimandiri, Kota Bandung, Jumat (28/12/2018). Pemprov Jabar dalam urusan ini masuk sebagai salah satu anggota MWA.

Dalam rapat tersebut Iwa mengakui jika belum ada kesepakatan mengenai jadwal resmi pemilihan rektor Unpad. Pasalnya, pembahasan ini harus dilakukan dengan persiapan yang matang agar tidak ada konflik dan kisruh yang terjadi serta memenuhi persyaratan hukum yang berlaku.

Meski tak detil, ia optimistis bahwa Unpad akan segera memiliki rektor definitif melalui pemilihan yang sah. “Insyaallah akan berlangsung tepat waktu, akan indah pada waktunya,” ujarnya.

Mangkraknya jadwal pemilihan rektor memang bisa menggangu sistem yang berjalan. Namun, ia meminta pihak terkait, terutama mahasiswa agar bisa tenang dalam menghadapi permasalahan ini. Semua harus yakin bahwa keterlambatan pemilihan rektor ini merupakan bagian dari dinamika untuk mencari solusi yang terbaik.

Iwa mengerti dan mendukung keinginan Mahasiswa yang menolak adanya Plt Rektor Unpad. “Saya ingin rektor definitif dan berharap berjalan secara normatif,” tuturnya.

Untuk diketahui, awalnya penetapan Rektor Unpad terpilih periode 2019-2024 akan dilakukan pada 27 Oktober 2018 dari tiga nama calon rektor yang lolos berbagai seleksi, yakni Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Namun, MWA menilai perlu ada pengkajian ulang proses seleksi pemilihan rektor sekaligus panitianya. Hingga akhirnya, kemungkinan mengubah kembali proses seleksi bisa dilakukan, termasuk calon rektor yang akan ikut berkompetisi dalam pemilihan.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Unpad (Ampun) mendesak penyelenggara Pilrek, yakni WMA segera merampungkan proses pemilihan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Peduli Unpad, Chaidar Maulana Wardana mengaku sudah mengikuti audiensi dengan perwakilan MWA. Dari pertemuan itu, ia tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan terkait alasan Pilrek yang masih terkatung.

Bahkan, ia menuding agenda Pilrek ini sengaja dilulur oleh Ketua MWA Rudiantara. Ridiantara yang saat ini juga menjabat sebagai menteri Komunikasi dan Informasi selalu tak hadir dalam sidang pleno pembahasan Pilrek.

“Saya bisa katakan dengan jelas, orang yang berusaha mengundurkan-ngundur proses ini adalah Ketua MWA Pak Rudiantara,” katanya belum lama ini.

Loading...

loading...

Feeds