Kolaborasi dan Gotong Royong Tangani Bencana Alam

Aktivis lingkungan hidup Aang Hamid Suganda

Aktivis lingkungan hidup Aang Hamid Suganda

Aang Hamid :Padukan Teknologi dan Kearifan Lokal

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Aktivis lingkungan hidup Aang Hamid Suganda mengajak semua stakeholder di Jawa Barat untuk duduk bersama guna membangun kolaborasi dan gotong royong dalam upaya mitigasi bencana alam di Jawa Barat.


Menurut mantan Bupati Kuningan ini, perkembangan teknologi yang mendukung mitigasi bencana alam sudah mutakhir. “Kehadiran teknologi dalam bidang mitigasi bencana alam jelas mempermudah kita mengetahui potensi bencana. Namun itu saja belum cukup, kita harus membangun semangat pencegahan ini secara masif antara pemerintah dan masyarakat umum,” ungkap Aang kepada wartawan di Bandung, kemarin.

“Kita harus sepakat dalam upaya membangun blueprint visi soal mitigasi bencana alam di Jawa barat ini. Selanjutnya semua pihak terlibat harus mampu mengejawantahkan visi itu didunia nyata. Satu hal lagi bila perlu kita bisa memadukan antara kemajuan teknologi kebencanaan dengan kearifan lokal yang mampu memahami tanda tanda alam,” lanjut Aang.

Menurut Aang potensi bencana alam di Jabar sangat tinggi yang tersebar di 25 Kabupaten dan Kota di Jabar. “Sebagian besar wilayah di Jabar memiliki potensi bencana alam yang serius. Data yang saya peroleh dari 27 Kabupaten Kota di Jabar, hanya Kota Bekasi dan Kota Depok yang relatif aman dari bencana alam. Untuk semua stakeholder harus di Jabar mulai pembuat sampai pelaksana kebijakan harus gotong royong menuntaskan PR ini,”.

Aang mengimbau agar penataan kawasan Jabar ini bisa menjadi gerakan yang melibatkan semua unsur di Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat harus diberi pemahaman mengenai pontensi bencana alam ini dan selanjutnya menjadi bagian dari gerakan ini. “Saya yakin kalau semua unsur ikut ambil bagian dalam gerakan ini, maka pencegahan dampak bencana ini bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pemda-pemda di Jabar harus tegas tak lagi memberi izin penggunaan lahan yang bisa memperburuk kondisi lingkungan hidup. Ia mencontohkan, banyaknya kawasan longsor yang disebabkan alih fungsi kawasan. “Potensi bencana alam paling banyak itu adalah longsor dan banjir, dan ini sebagian besarnya ditimbulkan ulah manusia. Stop upaya merusak lingkungan sekarang juga!” tegasnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kepala BPBD Jabar Dicky Saromi menyatakan, wilayah selatan dan tengah Jawa Barat termasuk daerah yang memiliki potensi bencana longsor dengan kategori tinggi. Merujuk peta zona kerentanan gerakan tanah 25 daerah di Jabar termasuk rawan bencana longsor.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) pada bulan November ini sebanyak 428 kecamatan di Jawa Barat (68,26 persen) berada dalam kategori menengah sampai tinggi gerakan tanah.

“Hanya dua kota tidak rawan longsor yakni Depok dan Bekasi. Sisanya kategori sedang dan tinggi,” kata Dicky, di Gedung Sate, Kota Bandung.

Selain bencana longsor, pihaknya juga menyebut ada 13 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi terjadi banjir. Daerahnya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bandung dan Kota Cirebon.

(azm/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

BP JAMSOSTEK Sambut Bulan K3 Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya. …

Sajian Makan Siang Murah Meriah ala Hotel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Istirahat makan siang menjadi momen yang paling ditunggu, terutama oleh para karyawan perkantoran. Namun waktu yang terbatas, …