Duh… Lapas Banceuy Jadi Tempat Produksi Tembakau Gorila

Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat mengungkap bisnis narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Banceuy, Bandung (Siti Fatonah/JawaPos.com)

Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat mengungkap bisnis narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Banceuy, Bandung (Siti Fatonah/JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat mengungkap bisnis narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Banceuy, Bandung. Bahkan diketahui adanya narapidana yang kedapatan memproduksi narkotik jenis tembakau gorila dari dalam lapas.

Kepala BNN Jawa Barat Sufyan Syarif mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya tembakau gorila dari seorang narapidana berinisial YP, Rabu (19/12) lalu. Kemudian langsung melakukan pengungkapan di Lapas Banceuy.

“Kemarin kami bersama-sama dengan Kepala Lapas Banceuy, personel Banceuy, BNN dan kepolisian berhasil mengungkap peredaran narkotika yang dilakukan warga binaan,” kata Sufyan di Kantor BNN Jabar, Bandung, Kamis (27/12).

Menurutunya, tembakau gorila tersebut sudah dalam keadaan dikemas. Dengan jumlah mencapai 213 paket. Barang haram tersebut dikemas dengan sebuah kertas tipis berwarna putih, dengan berat paket tembakau mulai dari 1,5 gram hingga 3,1 gram.

“Tembakau gorila dikemas di dalam lapas dan dijual keluar,” ujarnya.
Sementara, Kalapas Banceuy Kusnali mengatakan, temuan tersebut berawal saat petugas lapas Banceuy melakukan razia ke blok-blok hunian narapidana. Kemudian di salah satu blok ditemukan barang mencurigakan di bawah kasur sel salah satu narapidana.

“Diduga narkotika. Berdasarkan temuan itu, kami lapor ke BNN untuk membuktikan apa benar ini tembakau gorila atau tidak. Nah pihak BNN terjun ke lapangan menindaklanjuti dan diduga betul memang tembakau gorila,” jelas Kusnali.

Menurut Kusnali, bahan tembakau gorila yang ditemukan merupakan campuran, namun kebanyakan berbahan tembakau rokok biasa.

“Tapi yang jelas campurannya dari rokok biasa, cuma ada campuran semacam cairan, itulah yang membahayakan,” ucapnya.

Kusnali menambahkan pihaknya masih mendalami apakah tembakau gorila tersebut di jual keluar atau di dalam lapas. Temuannya sejauh ini diduga tembakau gorila dikonsumsi oleh napi di dalam. Atas perbuatannya, pelaku YP yang merupakan narapidana kasus narkotika dengan vonis 7 tahun 2 bulan ini akan dipisahkan dengan napi lainnya, yakni di sel khusus.(ona/JPC)

loading...

Feeds

uji coba

Uji Coba Trayek Tetap Akan Dilakukan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Rencana uji coba trayek Angkutan Kota (Kota) Umum baru, belum mendapat persetujuan dari pihak ojek pangkalan. Sebab, …