Remaja Dominasi Angka Kecelakaan Lalulintas di Cimahi dan Bandung Barat

Ilustrasi kecelakaan

Ilustrasi kecelakaan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Hasil analisis dan evaluasi (Anev) Satlantas Polres Cimahi, didapati bahwa pengendara motor usia 15 tahun sampai 20 tahun menjadi penyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi di wilayah hukum Polres Cimahi.

Hingga akhir tahun 2018, Satlantas Polres Cimahi mencatat telah terjadi sekitar 70 kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), kategori ringan dan berat.

“Di wilayah hukum Polres Cimahi, ada sekitar 70 kejadian kecelakaan lalulintas, baik yang menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka ringan yang pengendaranya anak muda usia sekolah,” ungkap KBO Satlantas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar, Selasa (25/12).

Menurutnya, ketidakdisiplinan pengendara motor usia pelajar khususnya, lantaran mereka belum matang secara emosi. Sehingga seenaknya ketika mengendari motor maupun mobil.

“Secara mental, mereka itu belum matang. Dibuktikan dari mereka belum bisa memiliki SIM, karena persyaratannya saja minimal 17 tahun baru boleh memiliki SIM. Makanya, secara aturan, anak sekolah terutama SMP yang membawa motor itu pelanggaran,” katanya.

Banyaknya kasus kecelakaan lalulintas yang didominasi oleh kaum muda terutama anak sekolah, pihaknya mengultimatum pihak sekolah agar tegas melarang dan mengawasi kemungkinan siswa melanggar aturan tersebut.

“Kebanyakan siswa atau pelajar ini diam-diam tetap mengendarai motor ke sekolah, tapi diparkirkan di luar sekolah atau jauh dari sekolah biar tidak ketahuan. Masyarakat juga harus berperan tidak menyediakan tempat menitipkan motor bagi pelajar,” terangnya.

Sadar pelajar tak terlalu peduli pada larangan mengendarai motor jika masih di bawah umur, pihaknya menegaskan pihaknya akan mulai mengubah media audien menjadi orangtua siswa melalui komite sekolah.

“Sebetulnya alasan orangtua itu klise, karena jarak jauh dan ongkos mahal kalau pakai kendaraan umum, makanya anak mereka diberi motor. Tapi kalau anaknya meninggal karena kecelakaan, saya yakin mereka baru akan menyesal. Kita akan coba sasar orangtua sebagai audien sosialisasi kita kedepannya,” tegasnya.

Ia juga mengatakan akan menindak tegas dan tanpa pandang bulu, ketika menertibkan anak sekolah yang melanggar aturan berlalulintas.

“Banyak yang tidak terima anaknya kita tilang atau kendaraan anaknya kita tahan, kalau tidak terima ya ikuti aturan kepolisian,” tegasnya.

(dan)

loading...

Feeds