Potensi Pengembangan Industri Kuliner Tradisional Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok

Civitas akademika Universitas Nurtanio bersama pemerintah Kec Cipongkor dan warga usai meninjau eceng gondok. Foto: IST

Civitas akademika Universitas Nurtanio bersama pemerintah Kec Cipongkor dan warga usai meninjau eceng gondok. Foto: IST

POJOKBANDUNG.com, CIPONGKOR –KKN Pengembangan Industri Kuliner Tradisional Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok M Tematik Citarum Harum Universitas Nurtanio Bandung telah tuntas beberapa waktu lalu. KKNM Tematik tersebut merekomendasikan beberapa poin penting. Salah satunya tentang pengembangan industri kuliner tradisional melalui pemanfaatan eceng gondok.

Penangungjawab KKNM Tematik Citarum Harum yang juga Rektor Universitas Nurtanio Bandung Suparman S.T., M.M melalui Dosen Pelaksana Program KKNM Tematik Citarum Harum, Yuniati Fransisca S.E.,MM, mengatakan, eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

”Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Seperti halnya pertumbuhan eceng gondok di wilayah sungai lain yang ada di Indonesia, tanaman ini juga dijumpai tumbuh subur di seputaran Sungai Citarum yang mengalir di Desa Cisangkang,” ujar Yuniati Senin (24/12/2018).

Eceng gondok yang tumbuh di sekitaran sungai oleh warga sekitar hanya dianggap sebagai tanaman yang dapat menahan banjir. Jika dipahami lebih lanjut, tanaman eceng gondok dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi manusia.

”Dan manfaat-manfaat ini merupakan manfaat yang bernilai ekonomis, yang artinya dapat mendatangkan keuntungan finansial bagi pihak yang dapat memanfaatkannya dengan kreatif,” sambung Yuniati

”Seperti telah kita ketahui, selama ini tanaman eceng gondok banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dari barang-barang kerajinan tangan yang nilainya sangat tinggi,” ujar Dosen Pelaksana Program KKNM Sektor 9 Cipongkor Fransisca Kristiatuti S.Sos., M.M

”Namun selain dimanfaatkan menjadi barang-barang kerajinan tangan, tanaman eceng gondok pun dapat dimanfaatkan sebagai makanan.Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan terhadap kandungan gizi yang terdapat pada tanaman eceng gondok ditemukan bahwa eceng gondok mengandung zat-zat penting bagi tubuh diantaranya protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C,” kata Yuniati Fransisca S.E., M.M

”Bagian dari tanaman eceng gondok yang dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan makanan adalah daunnya. Daun eceng gondok dapat diolah menjadi makanan ringan berupa keripik atau bolu. Jika dikembangkan, makanan ringan berbahan dasar eceng gondok ini dapat dijadikan sebagai salah satu produk industri kreatif unggulan Kecamatan Cipongkor,” tutur Dosen Universitas Nurtanio Bandung Novi Ramsari S.Si., M.T yang juga tergabung dalam tim KKNM Tematik Citarum Harum.

”Makanan ringan berbahan dasar eceng gondok ini dapat dijadikan salah satu kuliner khas Kecamatan Cipongkor. Melalui pemanfaatan dan pengolahan eceng gondok, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan pribadinya yang nantinya adapat berdampak juga pada pengingkatan taraf hidup masyarakat Kecamatan Cipongkor secara meluas,” pungkas Dosen Tetap Prodi Manajemen Universitas Nurtanio Bandung, Yuniati Fransisca, SE., MM.

(azm/pojokbandung)

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Mentah-Mentah Saran Kapolri

Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Sibolga ternyata sempat ditentang Kapolri Tito Karnavian. Pasalnya, kota kecil di Sumatera Utara …