Minimalisir Potensi Bencana, Pemkot Cimahi Tanam Pohon di Daerah Rawan Bencana

Walikota Cimahi Ajay M Priatna bantu menanam pohon. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi bencana alam yang sewaktu waktu bisa mengancam. ( Foto : WHISNU PRADANA RADAR BANDUNG )

Walikota Cimahi Ajay M Priatna bantu menanam pohon. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi bencana alam yang sewaktu waktu bisa mengancam. ( Foto : WHISNU PRADANA RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Untuk meminimalisir potensi longsor dan banjir akibat alih fungsi lahan di wilayah utara Kota Cimahi, pemerintah menanam pohon di area hutan kota.

Penanaman pohon itu juga bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau agar mampu menjadi kawasan resapan air ketika musim hujan mengguyur.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Diah Ajuni Lukitosari, mengatakan kondisi kawasan Cimahi Utara yang sudah banyak dibangun permukiman berdampak pada peningkatan potensi bencana lokal.

“Banjir dan longsor itu sangat berpotensi terjadi, karena kan di kawasan utara itu sudah banyak permukiman, sedangkan daerah resapannya semakin sedikit. Ini salah satu upayanya,” ungkap Diah saat ditemui, Jumat (21/12).

Semakin berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) di Cimahi, juga diperparah dengan terbatasnya lahan yang bisa dijadikan RTH, sehingga RTH yang ada mesti dimaksimalkan.

“Cimahi itu tidak punya banyak lahan yang bisa dibuat RTH, sedangkan kebutuhan RTH di Cimahi sudah sangat mendesak. Jadi kita manfaatkan yang ada,” bebernya.

Pemerintah Kota Cimahi sendiri menanam 350 batang pohon beragam jenis di lahan hutan kota, Blok Cimenteng RT 5 RW 18 Lebaksaat Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Sepanjang tahun 2018, DLH Kota Cimahi klaim telah menanam 6.000 batang pohon beragam jenis di Kota Cimahi. Penanaman pohon disebar di 15 kelurahan, serta di lahan pemerintah, sekolah, termasuk pusdik-pusdik yang ada di Kota Cimahi.

“Minimal masyarakat, instansi pendidikan, terutama instansi pemerintahan wajib menanam pohon dengan jenis apapun. Kalau mengandalkan taman atau hutan kota, jelas sulit,” tegasnya

Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna, turut mengatakan jika kondisi lingkungan di Cimahi sebelah utara sudah banyak berubah.

“Banjir yang terjadi beberapa waktu belakangan, itu karena di kawasan utara Cimahi sudah tidak ada resapan air hujan. Sehingga airnya langsung mengalir ke bawah, membawa material yang akhirnya jadi sedimen di aliran sungai. Dampak dari gundulnya kawasan utara Cimahi sudah sangat mengkhawatirkan,” tuturnya.

Penanaman pohon yang digalakkan pemerintah, diharapkan bisa sedikit memperbaikin kondisi alam di atas, sehingga mampu meminimalisir segala potensi bencana.

“Memang butuh waktu untuk melakukan revitalisasi kondisi alam, dan dibutuhkan usaha ekstra. Sedikit demi sedikit menambah jumlah pohon, akan membantu mengurangi resiko bencana,” tegasnya.

(dan)

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Mentah-Mentah Saran Kapolri

Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Sibolga ternyata sempat ditentang Kapolri Tito Karnavian. Pasalnya, kota kecil di Sumatera Utara …