Mahasiwa dan Dosen Nurtanio Turun ke Citarum

Mahasiswa, dosen Universitas Nurtanio Bandung dan perangkat Desa Cicangkan Hilir Kec. Cipongkor, Bandung Barat saat KKNM Citarum Harum.

Mahasiswa, dosen Universitas Nurtanio Bandung dan perangkat Desa Cicangkan Hilir Kec. Cipongkor, Bandung Barat saat KKNM Citarum Harum.

POJOKBANDUNG.com, CIPONGKOR – Universitas Nurtanio Bandung menggelar KKNM Citarum Harum di beberapa desa di sektor 9 Kecamatan Cipongkor, Kab Bandung Barat (KBB). Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini merupakan bentuk kerjasama antara Universitas Nurtanio Bandung, Kemenristekdikti, L2DIKTI  dan Pemerintah Kecamatan Cipongkor. Penangung Jawab sendiri dijabat langsung oleh Rektor Univ. Nurtanio   Bandung, Suparman S.T., M.M sebagai penanggungjawab. Sementara, Ketua Tim yaitu Waluyo Zulfikar S.Sos., M.Si.

Menurut Ketua Tim Waluyo Zulfikar S.Sos., M.Si, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKNM Citarum Harum mencapai 100 mahasiswa. ”Sementara jumlah dosen pendamping yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 23 dosen,” tutur Waluyo, Jumat (21/12).

Mengani lokasi kegiatan KKNM Citarum Harum Universitas Nurtanio Bandung, lanjut Waluyo, meliputi beberapa desa di Kecamatan Cipongkor, KBB. ”Desa-desa tersebut meliputi; Desa Cicangkang Hilir, Kec Cipongkor. Desa Sukamulya Kec Cipongkor, Desa Citalem Kec Cipongkor, Desa Cijenuk dan Desa Mekar Sari,” kata Waluyo.

Mengenai dasar dari KKNM yang membidik Sungai Citarum, sambung Waluyo, didasari dari peringkat ke-3 Citarum sebagai sungai terkotor se-dunia.

”Di akhir tahun 2017, Tim Survei Kodam III Siliwangi mencatat sebanyak 20.462 ton sampah organik dan anorganik dibuang ke Sungai Citarum. Air sungai semakin kotor dengan tambahan 35,5 ton per hari tinja manusia dan 56 ton per hari kotoran ternak,” ujar Waluyo.

Waluyo menambahkan, tidak hanya kotor, sungai sepanjang 300 kilometer ini juga sangat beracun. ”Hasil uji klinis Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung pada air dan ikan, ditemukan berbagai zat yang berbahaya, seperti Merkuri, Coliform, Besi, Mangan, Timbal, Sulfur, dan Klor. Zat kimia tersebut sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia,” tambah Waluyo.

Faktor yang sangat kompleks menyebabkan Sungai Citarum tercemar, mengharuskan penanganan dan dukungan program mengatasi masalah Sungai Citarum melibatkan berbagai pihak. M

elihat kondisi tersebut, diperlukan pembelajaran di perguruan tinggi yang inovatif dan kretif serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan sungai Citarum. Sebagai salah satu program pembelajaran kolaboratif mahasiswa yang tepat yaitu melalui program KKN Tematik.

”Pelaksanaan program kuliah kerja nyata mahasiswa merupakan bentuk dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Universitas Nurtanio Bandung selaku perguruan tinggi yang peduli akan permasalahaan yang terjadi di kawasan Sungai Citarum,” pungkas Waluyo.

(azm)

loading...

Feeds

Dinilai Teruji, Brigas Pilih Dukung Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Joko Widodo dianggap sudah bisa menjaga stabilitas ekonomi dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan sejumlah …