Ahli Geoteknik Sepakat Sinkhole di Surabaya Disebabkan Proyek Basement

Kondisi Jalan Raya Gubeng Surabaya setelah ambles. (Istimewa)

Kondisi Jalan Raya Gubeng Surabaya setelah ambles. (Istimewa)

POJOKBANDUNG.com, SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana telah membuat kesimpulan awal bahwa sinkhole Raya Gubeng diduga disebabkan erosi tanah akibat proyek basement Rumah Sakit Siloam. Hal itu pun juga diamini oleh ahli Geoteknik Surabaya Wahyu P. Kuswanda.


Wahyu sengaja ingin mendekat ke lokasi sinkhole, Rabu (19/8). “Saya di sini sebagai profesional ahli Geoteknik bersertifikat, mas. Jadi saya ingin tahu saja setelah melihat foto-foto yang tersebar di media sosial,” ujar Wahyu saat bertemu dengan JawaPos di Jalan Raya Gubeng sisi Selatan, di dekat BNI.

Ditanya soal penyebab amblesnya jalan, Wahyu setuju dengan analisa yang disampaikan Wawali Surabaya Wisnu Sakti Buana. “Kalau Pak Wisnu kan bilangnya pondasi letter U. Saya menyebutnya sebagai metode pelaksanaan pekerjaan galian dalam,” sebutnya.

Ahli Geoteknik Surabaya, Wahyu P. Kuswanda
Ahli Geoteknik Surabaya, Wahyu P. Kuswanda (Dida Tenola/JawaPos.com)

Pria yang juga menjadi dosen tamu di ITS ini memaparkan, kegagalan itu terletak pada jumlah dinding yang mengelilingi proyek basement. Seharusnya, galian memiliki empat sisi dinding. Namun sepengamatan Wahyu, hanya ada tiga dinding yang terlihat. “Saya tidak tahu dinding itu tidak terpasang atau tertutup longsor (amblesan tanah). Yang terlihat di foto itu cuma ada tiga,” paparnya.

Terkait dengan kemananan gedung-gedung di sekitar sinkhole, Wahyu menyarankan agar petugas memantau pergerakan tanah dengan instrumen-instrumen geoteknik. Secara teoritis, bangunan yang aman adalah yang berjarak dua kali kedalaman sisi tepi galian. Kedalaman itu harus bisa dihitung secara riil, bukan hanya sekadar perkiraan. “Misalnya sudah ketemu angkanya, kalau gali 20 meter, radius amannya 40 meter,” terangnya.

Yang terpenting adalah memastikan amblesnya tanah tidak terulang di sisi lain. Oleh sebab itu, harus dipasang instrumen untuk mendeteksi gerakan tanah. Instrumennya bisa dengan inklinometer. Dengan alat itu, gerakan lateral 1 mm pun bisa diketahui.

Soal rehabilitasi Jalan Raya Gubeng, Wahyu tidak bisa memprediksi berapa lama jalan tersebut bisa kembali normal. “Pastikan dulu kondisi gedung di sekitar ini tanahnya sudah stabil atau tidak. Kalau sudah baru bisa rekonstruksi,” sebutnya.

(did)

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan …