Mantan Bupati KBB Pasrah, Dihadiahi Vonis 5,5 Tahun Penjara

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar divonis 5,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. Abubakar dinilai terbukti telah melakukan tindak pidana gratifikasi untuk mensukseskan istrinya, Elin Suharliah, pada Pemilihan Bupati Bandung Barat 2018.
Sidang yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua I Dewa Suardhita di laksanakan di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung, Selain itu istri dari Abubakar dan anak-anaknya pun turut hadir dalam ruang menyaksikan ponis tersebut.
“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama lima tahun enam bulan, dan denda Rp 200 juta yang bila tidak dibayar, diganti kurungan selama enam bulan,” ucap Suardhita di Jalan LL RE. Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/12).
Tak hanya itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 485 juta, yang harus dibayar dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Dan bila tidak dibayar, harta bendanya akan disita dan dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut.
Majelis hakim menilai, terdakwa telah terbukti melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Vonis ini lebih rendah 2,5 tahun dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Abubakar dengan hukuman delapan tahun penjara, denda Rp 400 juta, dan uang pengganti sebesar Rp 601 juta.
Usai berdiskusi dengan penasihat hukumnya, Abubakar langsung menerima vonis yang telah dijatuhkan hakim kepadanya. Bahkan, dirinya menyampaikan langsung di depan persidangan, penerimaan terhadap putusan tersebut.
“Secara pribadi saya menerima keputusan. Dan, semoga ini menjadi pembelajaran untuk tata kelola pemerintahan ke depannya, agar lebih baik, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Abubakar.
Salah satu kuasa Hukun Abubakar, Irman Nurhaeman mengatakan, putusan tersebut benar sudah diterima dan hal itu membuktikan bahwa Abubakar tidak perkaya diri dan tuntutan juga berbeda dari dakwaan yang diberikan KPK.
“Hal ini menujukan bahwa Abubakar menggunakan bukan untuk kepentingan dirinya,”kata Irman.
Menurutnya, setelah kasus ini selesai, memang harus ada tata kelola pemerintah yang baik. Termasuk gaji dan ini menunjukan ada persoalan dalam sistem pemilu dan ini harus ada perbaikan.
Kemudian, Abubakar juga kata dia mendukung pemerintah yang baik, anti korupsi dan nepotisme. Selanjutnya Abubakar ia nilai akan fokus mengurus kesehatan dan keluarga.
“Kami memberikan apresiasi juga pada hakim, dia memotret fakta yang terjadi di lapangan kemudian KPK juga membantu Abubakar dalam mengurus kesehatan,”jelasnya.
Seperti diketahui, Abubakar diduga menerima uang Rp 860 juta sebagai uang partisipasi dari para kepala dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Uang tersebut digunakan demi kepentingan sang istri, Elin Suharliah dan Maman S Sunjaya, yang bertarung pada Pemilihan Bupati Bandung Barat 2018.

(azs/pojokbandung)

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Mentah-Mentah Saran Kapolri

Kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke Sibolga ternyata sempat ditentang Kapolri Tito Karnavian. Pasalnya, kota kecil di Sumatera Utara …