Alhamdulillah…70 Pasien Katarak di RS Dustira Berobat Gratis

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Penderita katarak usia 40-75 tahun sebanyak 70-an orang dari 90 yang mendaftar telah dipilih untuk mendapatkan operasi gratis di RS TK II Dustira, Kota Cimahi.

Hal ini disambut baik oleh salah seorang pasien asal Kabupaten Bandung, Didin Hidayat (63) mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan operasi secara gratis.

Warga asli Kampung Cijambe itu pun mengaku mendapatkan informasi dari anaknya, kemudian diminta untuk membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

“Alhamdulilah langsung ke terima,” ucap Didin kepada wartawan, Sabtu (15/12).

Sementara pasien asal Kota Cimahi, Wawan menambahkan, untuk bisa terus dilakukan kegiatan serupa bagi penderita penyakit yang lain.

“Semoga tak hanya pasien katarak yang nanti mendapatkan pengobatan gratis, tapi penyakit lainnya juga mendapatkan kesempatan serupa,” imbuhnya.

Kegiatan yang digagas Berlico Farma dengan Kodam III/Siliwangi dan Persatuan Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang Jawa Barat, dikhususkan untuk pasien yang kurang mampu bagi warga Cimahi dan sekitarnya.

“Usia 40-50 tahun masih dalam kategori produktif, sayang sekali kalau mereka menderita PP dan aktivitasnya terganggu,” ujar Direktur Berlico Farma, Irwan Hidayat.

Ia pun menuturkan, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam mengurangi penderita katarak di Indonesia. Mengingat, lanjutnya, BPJS mulai membatasi pembiayaan untuk pasien katarak per tahun depan.

“Kami tidak bisa kalau memberikan bantuan dana kepada pasien, jadi kami membantu mereka dengan cara pengobatan operasi gratis dengan Kodam III/Siliwangi dan Perdami,” tuturnya.

Ia menyebut, sejak 2014 Berlico Farma masuk menjadi anak perusahaan SidoMuncul dan meneruskan program bersama TNI AD untuk pengobatan katarak di Indonesia. Hingga kini, mereka sudah membantu lebih dari 53 ribu orang.

Kepala RS Tk II Dustira Cimahi, Kolonel Com dr Agus Ridho Utama mengaku, sejak 2011 mereka sudah bekerjasama dengan SidoMuncul sebelum bergabungnya Berlico Farma di grup perusahaan jamu tersebut.

“Pencapaian pertama berhasil di 2012 dengan target 500 pasien, namun tercapai hingga 800 pasien,” tuturnya.

Ia pun berharap supaya program kerjasamanya bisa tetap terjalin, baik secara informal maupun anggaran dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial.

“Sekarang pasien dari sekitaran Bandung raya, semoga nanti dari seluruh Jawa Barat bisa kami terima melalui program kerjasama dengan Berlico Farma dan Perdami,” pungkasnya.

(nda)

loading...

Feeds

Dinilai Teruji, Brigas Pilih Dukung Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Joko Widodo dianggap sudah bisa menjaga stabilitas ekonomi dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan sejumlah …