Pembakar Mapolsek Ciracas, Kodam: Cepak dan Tegap Belum Tentu Tentara

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono (topi cokelat) memantau pengurusan SKCK di Kantor Polsek Ciracas, Jakarta, Jumat (14/12). Pasca kerusakan dan pembakaran Polsek Ciracas mulai kembali normal dan melayani masyarakat untuk pengurusan berkas.

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono (topi cokelat) memantau pengurusan SKCK di Kantor Polsek Ciracas, Jakarta, Jumat (14/12). Pasca kerusakan dan pembakaran Polsek Ciracas mulai kembali normal dan melayani masyarakat untuk pengurusan berkas.

POJOKBANDUNG.com – Kodam Jaya berharap masyarakat tidak berspekulasi bahwa pelaku pembakaran dan perusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, adalah anggotanya. Dengan ciri-ciri fisik yang ada dalam video yang viral, anggota TNI tidak serta-merta bisa dituduh terlibat dalam aksi anarkistis tersebut.


“Jadi, sekarang kita nggak bisa duga (bahwa penampilan) cepak, tegap, dan kotak-kotak adalah tentara. Belum tentu, kan. Itu komando. Belum tentu juga (mereka anggota TNI) kan,” kata Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi kemarin (14/12).

Selain itu, lanjut dia, kejadian yang berlangsung saat malam dan situasi gelap membuat pengamatan tidak jelas. “Jadi, dalam situasi gelap, malam, gambar gak jelas. Jangan sampai tuduh orang dan salah tangkap,” ungkapnya.

Menurut Kristomei, ada dua gelombang massa yang datang ke mapolsek pada malam penyerangan, Selasa malam (11/12). Diduga, massa gelombang kedualah yang melakukan perusakan, termasuk membakar mobil patroli polisi. “(Massa) gelombang pertama jam 9 itu di Arundina (pertokoan lokasi pengeroyokan, Red) dan mapolsek. Kemudian, ada Dandim, Danrem, memerintahkan massa untuk bubar. Mereka bubar,” ujarnya.

Setelah massa bubar, kata Kristomei, muncul massa gelombang kedua sekitar pukul 23.00 ke mapolsek. “Nah, inilah yang memprovokasi dan merusak Mapolsek Ciracas. Kita sedang cari tahu dari mana ini,” ungkapnya.

Menurut Kristomei, setelah kejadian pembakaran, pimpinan Kodam mengecek adakah anggota yang keluar dari markas. “Ternyata, pada saat itu dilaporkan kepada Pangdam Jaya bahwa (anggota) satuan tidak ada yang keluar,” katanya.

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono memastikan pelayanan di Polsek Ciracas sudah berjalan normal.

Lebih lanjut, dia menegaskan, massa yang melakukan perusakan dan pembakaran juga tak digerakkan pihak TNI. Kristomei meminta masyarakat yang mengetahui adanya anggota TNI yang terlibat dalam perusakan segera melaporkan bukti-bukti tersebut kepada pihaknya. “Kalau ada bukti, langsung laporkan,” tegasnya.

Di bagian lain, polisi mengamankan seorang pengeroyok dua anggota TNI yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO). Tersangka itu adalah Depi yang ditangkap di kawasan Cawang, Jakarta Timur. “Dia (Depi) kami amankan Kamis malam saat berada di tempat makan. Di sana dia memang biasa nongkrong,” kata Kabidhumas Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya kemarin.

Dia menjelaskan, Depi sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya di Sukabumi, Jawa Barat. Dia kabur selama dua hari. “Jadi, dari Jakarta, dia langsung kabur ke Sukabumi dan selama dua hari akhirnya balik ke Jakarta.”

Argo kembali ditanya soal pengusutan kasus perusakan Mapolsek Ciracas. Dia mengakui, untuk kasus tersebut, belum ada perkembangan yang berarti. Padahal, hasil penyidikan terhadap aksi brutal main hakim sendiri itu juga ditunggu masyarakat. “Kami masih fokus untuk mengusut soal pengeroyokan anggota (TNI, Red).”

(bry/c10/agm)

Loading...

loading...

Feeds