Dosen Universitas Widyatama Bandung Turun Gunung Edukasi Nelayan

Para dosen Universitas Widyatama Bandung, praktisi usaha, aparatur daerah dan para nelayan usai acara. Foto:Istimewa

Para dosen Universitas Widyatama Bandung, praktisi usaha, aparatur daerah dan para nelayan usai acara. Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Widyatama Bandung bekerjasama dengan Perum Perumnas dan Koperasi Produksi Laut Putra Darma Ayu mengadakan pengabdian kepada masyarakat pada 25 November 2018 lalu di TPI ( Tempat Pelelangan Ikan) Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.

Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah pemberdayaan Nelayan setempat dalam segi produktifitas pekerjaan dan taraf hidup. Masyarakat pesisir dengan segala kompeksitas permasalahanya menjadikan para nelayan sebagai anggota komunitas berjuang untuk bertahan hidup dengan pendapatan sebagai nelayan masih fluktuatif hingga saat ini. “Ketidakpastian pendapatan nelayan tersebut adalah latar belakang diadakannya pengabdian kepada masyarakat ini,” ujar Fitriani Reyta dari Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung, Jumat (14/12/2018).

Fitriani menambahkan, Universitas Widyatama Bandung melalui lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat beserta Fakultas Bisnis dan Manajemen juga prodi Multimedia dan Desain Grafis terjun langsung ke masyarakat pesisir di Desa Sukahaji sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu kewajiban civitas akademika khususnya dosen.

“Dalam kegiatan tersebut, diikuti 50 orang peserta nelayan, pengurus koperasi, aparatur daerah setempat dan Perum perumnas sebagai BUMN yang berperan aktif menyokong pengabdian kepada masyarakat,” sambung Marisa Astuti dari Prodi Multimedia Universitas Widyatama Bandung.

Annisa perwakilan Prodi Desain Grafis Universitas Widyatama Bandung, menambahkan, pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul:Usaha alternatif Ternak Bebek Petelur untuk Menanggulangi Ketidakpastian Ekonomi Nelayan. “Dalam pelatihan ini diberikan materi dan praktikum kepada peserta oleh para instruktur dan nara sumber yang berasal dari dosen Universitas Widyatama, praktisi usaha dan aparatur daerah Setempat,” kata Annisa.

Senada dengan Annisa, Wahyu dari Prodi Multimedia Universitas Widyatama Bandung, mengatakan, usaha alternatif ditawarkan guna meminimalisir kompleksitas masalah masyarakat pesisir seperti, minimnya keahlian diluar melaut, permodalan, jeratan tengkulak, faktor iklim dan cuaca serta persaingan munculnya industri perikanan modern. “Hasil akhir luaran yang ditargetkan dalam pengabdian ini adalah 50 orang nelayan dapat menjalankan usaha alternatif yang ditawarkan yaitu beternak bebek petelur,” kata Wahyu.

“Dipilihnya beternak bebek petelur dikarenakan lokasi pengabdian yang menyokong pakan bebek petelur (limbah ikan), pengelolaan limbah ikan untuk pakan ini adalah salah satu dampak positif dari kegiatan ini.Limbah ikan yang selama ini tidak dimanfaatkan oleh nelayan diharapkan ke depan nya dapat menjadikan tambahan penghasilan nelayan. Secara jangka panjang, dibutuhkan pengabdian kepada masyarakat secara kontinyu untuk proses pendampingan dan evaluasi usaha alternatif tersebut,” pungkas Wahyu.

(azm/pojokbandung)

loading...

Feeds

Tips Wisata Kuliner di Bandung

Wisata kuliner bandung memang banyak menjadi tujuan utama para pendatang di kota Bandung. Bandung memang sangat terkenal dengan berbagai sajian …