Sekda: Harus Ada Kebermanfaatan Sosial dari Kehadiran BUMDes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebagai penopang perekonomian nasional, ekonomi desa menjadi fokus dari pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah. Di Kabupaten Bandung, sebanyak 270 desa sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan keberagaman produk unggulan.


Kehadiran BUMDes di desa, merupakan upaya membentuk, memperkuat dan memperluas usaha ekonomi, yang difokuskan pada produk unggulan di wilayah desa dan dikelola melalui kerjasama antar desa. Dalam hal implementasinya,

“ BUMDes Kabupaten Bandung siap naik kelas, produknya harus bisa bersaing di pasaran. Tetapi sebelum dikenal orang luar, sebaiknya masyarakat desa sendiri yang menjadi konsumennya. Enggak usah alergi sama produk desa, apalagi di Kabupaten Bandung banyak potensi unggulannya,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira.,MP dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Ekonomi Desa melalui Pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes), di Gedung Korpri, Soreang, Kamis (13/12/2018).

Sekda berharap, melalui pengembangan program unggulan desa, peningkatan daya saing desa, percepatan pemerataan desa dan meningkatkan perekonomian desa akan terbagun. Selain itu kata dia, pengembangan Prudes juga berpotensi meningkatkan daya beli dan kesejahteraan, serta menciptakan kesempatan kerja yang tinggi bagi masyarakat, yang bermuara pada peningkatan pembangunan daerah serta berkontribusi pada roda perekonomian nasional.

“Pengembangan Prudes ini harus banyak berkontribusi dan menguntungkan masyarakat desa. Dalam hal peningkatan kesejahteraan, ekonomi bisnis dan sosial. Karena BUMDesa kan bukan hanya keuntungan finansial, tapi bisnis sosial. Artinya harus memberi kebermanfaatan sosial bagi warga desa, ini bentuk nyata demokrasi ekonomi desa,” terang Sofian.

Lebih lanjut dia menyebutkan, dalam pelaksanaan pengembangan Prudes akan banyak tantangan yang dihadapi di era saat ini. Keberagaman kondisi desa, tingginya angkatan kerja dengan kompetensi masyarakatnya yang beragam dan permasalahan lainnya harus ada solusinya.

“Dengan adanya pelatihan, pengembangan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan sampai desa menjadi mandiri, dukungan penuh dari pemerintah, menjadikan masyarakat dan swasta turut mendukung serta melaksanakan program ini. Ya seperti Bimtek hari ini, jadi jangan disia-siakan, silahkan aktif berdiskusi, dan yang terpenting mari kita wujudkan tertib pengelolaan dana desa,” paparnya.

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan …