Tujuh Pendiri Saung Udjo Digugat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sidang pertama penggugat pemisahan lahan peninggalan Udjo oleh Daeng Oktafiandi Udjo digelar di PN Bandung, Selasa (11/12). Namun, dari tujuh orang pendiri Perseroan Terbatas (PT) Saung Udjo yang digugat, hanya dihadiri tiga orang tergugat sedangkan empat lainya tidak hadir.

Dalam persidangan, tergugat satu,Ajeng Riswati, tergugat tiga Hetty Seniwati dan tergugat empat Budiasih. Sedangkan untuk tergugat lain yang tidak datang adalah, tergugat dua, Muhamad Riza Handani (Ahli waris Udjo Nan Bahagia), tergugat lima,  Yayan Mulyana, tergugat enam Augustina Septarina dan terakhir tergugat tujuh,Taufik Hidayat.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Marolop Simamora dengan anggota Suko Harsono dan Sri Kuncoro, tetap berlanjut meskipun tergugat tidak lengkap.

Dalam gugatanya, Daeng Udjo memaparkan beberapa dasar yang dilayangkan kepada tujuh tergugat tersebut, diantaranya, bahwa Daeng Oktafiandi Udjo adalah salah satu dari sepuluh orang penerima hibah dari Alm. Udjo Ngalagena sebagaimana tercantum dalam akta notaris Peggy tanggal 25 Feb 1992 no. 46,- tentang pemisahan dan pembagian sebagian harta peninggalan.

Dimana kesepuluh orang yang tertulis sebagai penerima hibah dalam akte tersebut adalah, tergugat 1, tergugat 2, tergugat 3, tergugat 4, tergugat 5, tergugat 6, tergugat 7, penggugat, Sam Udjo, Mutiara Deciana.

Selain itu, bahwa telah terjadi pendirian perusahaan sebagai mana tercantum dalam akte notaris Peggy tanggal 27 Feb 1992 no. 57,- tentang pendirian perseroan terbatas. PT. Saung Udjo, dimana PT. Saung Udjo berdomisili dan melakukan kegiatan usahanya pada obyek tanah yang telah di hibahkan yang tercatat di notaris Peggy tanggal 25 Feb 1992 no 46.

Selanjutnya, bahwa sejak pendirian PT. Saung Udjo Penggugat menginginkan agar PT. Saung Udjo dikelola secara profesional, dengan mengikuti aturan-aturan yang seharusnya dalam sebuah perseroan. Hal ini yang diinginkan oleh Bapak Udjo Ngalagena dan keluarga.

”Saya menginginkan, agar materi seni yang menjadi ciri khas dari usaha PT. Saung Udjo ini pun diperbaharui agar bisa membuka pasar lebih luas. Hal ini tidak diinginkan oleh Bapak Udjo dan keluarga,” ujar Daeng Udjo.

Kemudian pada tahun 2007 Tergugat 1, Tergugat 2, Tergugat 3, Terguigat 4, Tergugat 5, Tergugat 6, Tergugat 7, Sam Udjo, Nyonya Mutiara Deciana dan Satria Yanuar Akbar mendirikan perusahaan perseroan terbatas. Pendirian perseroan tersebut dicatat dalam Akta notaris Dindin Saepudin, S.H nomor 5 tanggal 7-6-2007 pendirian PT. Saung Angklung Udjo.

Bahwa pendirian perseroan terbatas PT. Saung Angklung Udjo telah mendapatkan pengesahan akta pendirian perseroan terbatas oleh menteri hukum dan hak asasi manusia nomor : W8-02556 HT.01.01-TH.2007. Ditetapkan di Bandung pada tanggal  03 September 2007.

Atas dasar tersebut bahwa kegiatan usaha PT. Saung Angklung Udjo telah menguasai Hak Daeng Udjo. Kemudian pendirian PT. Saung Angklung Udjo oleh Tergugat merupakan persekutuan yang melakukan perbuatan melawan hukum penggelapan dan perampasan hak Tergugat.

Majelis hakim pun kembali akan melakukan sidang perkara tersebut pada Senin 18 Desember, dengan harapan semua tergugat lengkap.

(azs)

loading...

Feeds

Gali Potensi Para Pemuda, ABS Berikan Edukasi Pemilu

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentunya generasi penerus bangsa terutama kalangan pemuda, perlu mendapat …

Rekayasa Jalan Sukajadi Mulai Diujicobakan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah Antapani, giliran Jalan Sukajadi yang mulai uji coba rekayasa selama sepekan kedepan. Kasatlantas Polrestabes Kota Bandung AKBP …

Ketua KPK Ogah Hadiri Debat Capres, Nih Alasannya

POJOKBANDUNG.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan menghadiri debat perdana kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada Kamis (17/1) malam. …

OYO Naikkan Okupansi Kamar Hotel di Bandung

OYO Hotels, jaringan hotel berbasis teknologi dengan pertumbuhan terdapat di dunia, pada hari ini mengumumkan bahwa layanannya telah resmi beroperasi di Bandung. …