Produksi Susu Lokal Hanya Terpenuhi 20 Persen

PERESMIAN: Desa Susu Ciater, Kabupaten Subang, telah resmi dibuka. Lokasi yang menggunakan metode peternakan modern tersebut dipercaya mampu meningkatkan kualitas susu yang hasilkan kian maksimal. (NIDA KHAIRIYYAH/Pojokbandung)

PERESMIAN: Desa Susu Ciater, Kabupaten Subang, telah resmi dibuka. Lokasi yang menggunakan metode peternakan modern tersebut dipercaya mampu meningkatkan kualitas susu yang hasilkan kian maksimal. (NIDA KHAIRIYYAH/Pojokbandung)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Indonesia menargetkan 40 persen kebutuhan susu domestik di tahun 2025, dengan meningkatkan konsumsi 23 liter per kapita. Hal tersebut disampaikan DDP dan FDOV project manajer Frisian Flag Indonesia (FFI), Akhmad Sawaldi.
Menurut Akhmad, secara umum produksi susu oleh industri pengolahan mayoritas masih menggunakan komponen impor. Sekitar 80 persen pengadaan masih dari luar negeri dan 20 persen dalam negeri.
“Target dari desa susu, meningkatkan produktivitas susu peternak dalam negeri dari kisaran 10-12 liter per sapi per hari menjadi 20 liter per sapi per hari dan mengurangi ketergantungan pada impor,” ujarnya kepada wartawan di Ciater, Subang, Selasa (11/12).
Pembangunan desa susu terintegrasi ini diharapkan dapat membantu suplai susu segar FFI, sekaligus memicu pemerintah dan stakeholder lainnya untuk mulai berinvestasi pada program serupa. Jumlah peternak yang bekerja di fasilitas ini berjumlah lima orang dan masing-masing sudah memiliki 3-4 sapi.
Target jangka panjangnya, setiap peternak yang terlibat dalam program ini akan memiliki delapan sapi dari sebelumnya 2-3 sapi. Peternak dapat gaji sharing profit dari peternakan ini.
“Biaya pembangunan desa ini menghabiskan Rp16 miliar. Terkait potensinya, bisnis susu merupakan investasi jangka panjang,” tambahnya.
Break even point peternak, lanjutnya, baru 6 tahun kemudian, maka dalam jangka waktu tersebut, FFI akan membantu peternak binaan mereka dalam segi fasilitas dan pelatihan serta bantuan mendapatkan fasilitas pendanaan.
“Ada persoalan lahan karena peternakan membutuhkan lahan yang luas dan praktik peternakan sapi perah yang harus kita perbaiki dahulu dan tingkatkan produktivitasnya,” pungkasnya.

(nda)

loading...

Feeds

Awali dengan Mimpi

Diawali dengan mimpi, kemudian berdoa dan berikhtiar, pasti cita-cita mu akan terwujud. Begitu lah pesan yang dilontarkan Deinara Pematasari, artis …
kcic

Proyek KCIC Ancam Kesehatan Warga Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dampak negatif yang ditimbulkan proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, …