Paciba Research Centre: Banyak Warga Tak Tahu Fungsi DPD

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berdasarkan kajian Lembaga Survei Paguyuban Cinta Bangsa (Paciba Research Centre), masih banyak warga Jawa Barat yang tidak tahu dan tidak paham tentang fungsi Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) RI.

Menurut Ketua Paciba Research, Center,  Yandi heryandi, dari 43.152 responden, 17 persen nya tidak tahu akan keberadaan DPD RI, dan sisanya tahu akan keberadaan DPD. “Tapi, untuk siswa SMA mereka hanya tahu DPD RI itu padanan dari posisi senat. Namun tidak tahu perseis apa fungsinya,” papar Yandi.

Hal ini ditunjang dengan hasil riset yang menunjukkan 70 persen dari 43.152 responden tidak mengetahui fungsi DPD RI.

Menurut Yandi, Responden merupakan warga kota dan kabupaten di seluruh Jabar.
“Di beberapa wilayah, selain menyasar kaum milenia dan warga masyarakat biasa. Kami menanyakan hal serupa kepada empat sampai enam orang tokoh masyarakat,” papar Yandi.

Melihat hasil ini, Mantan Humas KPU Jabar Asep Kusnaedi, membenarkan fenomena ini. Menurut Asep, warga memilih anggota DPD RI berdasarkan kedekatan dan popularitas.
“Sehingga, sampai sejauh ini, kampanye yang dilakukan para calon anggota DPD RI yang paling efektif adalah dengan pendekatan personal,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut Asep, sudah menjadi tugas calon anggota DPD RI untuk mensosialisasikan apa saja tugas merka saat terpilih. “Pada kenyataannya, mereka tidak pernah membagas mengenai hal ini saat kampanye ke masyarakat,” sesal Asep.

Tugas DPD RI sendiri adalah memberikan petimbangan an mlakukan pengawasan RUU yang berkaitan dengan rapbn, pajak, pndidikan dan agama.

Jadi, jika ada masalah antar kabupaten/ kota, yang tidak bisa diselesaikan oleh kota/kabupaten itu sendiri, maka harus dibantu oleh DPD dalam penyelesaiannya.
“Misalnya dalam mengurai banjir, tidak bisa hanya diselesaikan oleh Kota Bandung, melainkan harus dengan bantuan provinsi dan pusat. Sudah menjadi tugas DPD untuk memberikan dorongan finansial yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah banjir ini,” beber Asep.

Anggota DPD sendiri, berjumlah 4 orang untuk setiap provinsi. Khusus wilayah Jabar, calon anggota DPD harus mengantongi 5 ribu KTP dukungan, dan setidaknya harus mengantongi 2 juta pemilih saat pemilu.

“Untuk dukungan, harus didapat setidaknya dari 14 kabupaten /kota, kalau untuk pemilihi, bisa 2 juta dari satu kabupaten/kota saja,” jelasnya.

Atas kondisi ketidaktahuan masyarakat dengan posisi dan tugas DPD, membuat warga memilih seenaknya. Sehingga, anggota yang terpilih kurang memiliki kapasitas dan kapabilitas.

“Kalau sudah disosialisasikan, maka diharapkan masyarakat jadi lebih cerdas dalam memilih,” tegasnya.

 

(mur)

loading...

Feeds

Gali Potensi Para Pemuda, ABS Berikan Edukasi Pemilu

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam upaya mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentunya generasi penerus bangsa terutama kalangan pemuda, perlu mendapat …

Rekayasa Jalan Sukajadi Mulai Diujicobakan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah Antapani, giliran Jalan Sukajadi yang mulai uji coba rekayasa selama sepekan kedepan. Kasatlantas Polrestabes Kota Bandung AKBP …

Ketua KPK Ogah Hadiri Debat Capres, Nih Alasannya

POJOKBANDUNG.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan menghadiri debat perdana kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada Kamis (17/1) malam. …

OYO Naikkan Okupansi Kamar Hotel di Bandung

OYO Hotels, jaringan hotel berbasis teknologi dengan pertumbuhan terdapat di dunia, pada hari ini mengumumkan bahwa layanannya telah resmi beroperasi di Bandung. …