Kejurnas Off-Road Super Adventure Menegangkan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Trayek yang penuh rintangan akan lumpur basah pascahujan, membuat 69 strater offroader merasa tertantang di Final Kejurnas Off-Road Super Adventure 2018, Tim & Individual seri 4 di Sirkuit Gunung Bohong, Cimahi, Jawa Barat.
Para Offroader harus menyelesaikan 8 special stage (SS), pantauan Radar Bandung, tak jarang ada yang harus terguling hingga mobil yang tak mampu mencapkan gas saat harus menghadapi SS. Offroader asal Jawa Tengah, Ardan, menjadi salah satu yang terbaik di kelas individual G1 dengan 385 poin. Di tiga seri sebelumnya yakni seri pertama di Tuban, Bali dan Sukabumi Ardan tampil superior. Total dari keempat seri ini dia telah mengantongi nilai sempurna 100 poin.
Sementara di Kelas G2, Alfath asal Jawa Timur mampu meraih 395 Poin. Nilai tersebut melampaui Denda yang berada diurutan kedua dengan 344 poin. Tak kalah memukau skill yang tunjukan Ridha dalam kelas G3, ia mampu meraih 400 poin meninggalkan Aldy di urutan kedua, 341 poin.
Kesengitan para offroader masih terpacu di kelas G4, Dex Ray asal Bali. Ia mampu meraih 385 poin setelah menyelesaikan 4 SS, nilai tersebut serupa dengan Wahyu asal DIY di 385 poin. Namun, dalam penyelesaian SS kedua ia kalah tipis dari Dex Ray.
Kini, beranjak ke Kejuaraan Nasional Adventure Off Road Individual Non Winch Putaran 4 di kelas under, Sewang Cocoa 1 asal DIY berahasil membawa pulang trophy juara seteleh menyelesaikan 8 SS, 754 poin. Sementara di kelas upper, CBM Restustart Melia Laundry memukau dengan 740 poinnya.
Sekretaris Kejurnas dari Genta Autosport, Agungsetio Wibowo menyebut, para individu peserta terbagi dalam 4 kategori. Kategori G1 untuk kendaraan 1.000 cc, G2 untuk kendaraan 1.000 cc hingga 2.000 cc. Kelas G3 untuk kendaraan 2.000 cc keatas dan G4 untuk kategori free for all.
“Dari empat putaran ini muncul juara di kategori masing-masing. G1 Ardan dengan 100 poin, G2 ada M Alfath dengan 91 poin, G3 Ridha Giwangkara dengan 100 poin dan G4 ada Wahyu Lamban dengan 90 poin,” ucapnya kepada wartawan usai acara, Minggu (9/12).
Menurut Agung, masing-masing starter biasanya menghabiskan waktu 30′ hingga 2″. Semua tergantung dari
perhitungan berdasar kondisis cuaca. Kejuaraan yang berlangsung dua hari itu pun dibuat dengan jumlah maksimal 80 strater, sehingga semua bisa terpenuhi.
“Kami mengantisipasi lima menit individu, 10-15 menit yg tim kalau ada trouble nmesin,” tambahnya.
Tahun ini, jumlah peserta dinilai stabil di empat kota 60-70 peserta dengan jumlah 10-15 tim. Peserta dominasi kalimantan dan Jawa, mengingat daerah lain mengadakan banyak event serupa. Selain itu, lanjut Agung, karakter dari lintasan versi Genta agak berbeda, menyangkut speck mobil yang dibuat.
“Peserta asing tahun ini ga ada, kriteria pemenang tiap ss dihitung waktu, waktu dikonversi ke point. Tiap SS tidak stabil karakternya, pelanggaran juga kita konversi ke point dengan juri dari Ikatan Motor Indonesia (IMI),” tandasnya.
Sementara itu, dilokasi serupa, Deputi Marketing Manager Super Adventure wilayah Cimahi dan Bandung Barat, Giwa rahman mengatakan, bahwa putaran keempat merupakan final dari Kejurnas Off-Road Super Adventure 2018 dengan antuasias peserta sehingga pertarungan sengit terjadi di Sirkuit Gunung Bohong Cimahi.
“Saya sangat apresiasi dengan semangat para offroader. Disini mereka mendapatkan pengalaman luar biasa. Karena selama bertanding ada peserta yang slip hingga terguling mobilnya,” ucapnya.
Selain menggelar offroad, ucap Giwa, Super Adventure juga menggelar super camp (kemping) yang diperuntukan bagi komunitas pencinta alam. Setidaknya dalam acara tersebut hadir 100 peserta meramaikan super camp.
“Kami mengundang 11 komunitas pencinta alam dan adventure untuk bisa saling berinterasi pada kegiatan super camp. Mereka begitu menikmati kegiatan tersebut yang kami gelar,” pungkasnya.
(nda)

loading...

Feeds

KPK Kembali Tetapkan RY Sebagai Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sebagai tersangka. Padahal, mantan Bupati Bogor ini baru …
hiv

Pemda Dituntut Tingkatkan Pengawasan HIV/AIDS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG  – Untuk mengefektifkan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS, tidak bisa dilakukan oleh pihak terkait atau yang ahli dibidangnya saja. …