Paytren Kini Bisa Transfer Dana, Bahkan Beli Saham Klub Polandia

Yusuf Mansur saat memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi baru Paytren versi 5.17 pada, Sabtu (8/12) di Gedong Sabilulungan Kabupaten Bandung.

Yusuf Mansur saat memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi baru Paytren versi 5.17 pada, Sabtu (8/12) di Gedong Sabilulungan Kabupaten Bandung.

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Paytren (PT Veritra Sentosa Internasional) yang didirikan Yusuf Mansur resmi mengantongi izin transfer dana dari Bank Indonesia (BI). Bahkan, Paytren juga mengumumkan telah membeli saham klub Polandia, Lechia Gdanks.


“Alhamdulillah kami dapat izin transfer dana dari BI tanggal 3 Desember 2018,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi baru Paytren versi 5.17 pada, Sabtu (8/12) di Gedong Sabilulungan Kabupaten Bandung.

Dia mengatakan, dengan izin tersebut pengguna bisa menggunakan teknologi QR code untuk pembayaran atau transfer. Di tahap awal, Yusuf berharap teknologi QR code dapat digunakan, di 1.200 masjid dan para pedagang di semua pasar modern dan tradisional, warung, serta sekolah.

“Jadi para jamaah yang hendak menyumbangkan duitnya, tak harus mencari kotak amal di masjid. Mereka bisa scan barcode yang ada di masjid. Pemerintah Kota Tangerang sudah tertarik menerapkan sistem ini untuk masjid-masjid di kawasannya,” tandasnya.

Lima tahun berjalan saat ini anggota Paytren mencapai lima juta orang, namun yang aktif ada 1,8 juta orang. Uang elektronik Paytren sempat dibekukan oleh BI lantaran harus terlebih dahulu mengurus perizinan.

Namun, BI akhirnya mengeluarkan izin penyelenggaraan uang elektronik Paytren pada Mei lalu. Kini, dari BI, Paytren menjadi perusahaan financial technology (fintech) yang mengantongi dua izin, yakni izin e-money dan transfer dana. Sedangkan dari Otoritas Jasa Keuangan, anak usaha Paytren, yakni Paytren Aset Manajemen, mengantongi saham untuk penjualan reksadana.

Ia yakin transfer dana dan pembayaran dengan QR code akan beroperasi Januari mendatang. “Kami menargetkan tahun depan pengguna aktif Paytren akan mencapai 10 juta orang.”

Paytren juga resmi mengumumkan telah membeli saham klub Polandia, Lechia Gdanks. “Kami membeli 10 persen saham Lechia dengan nilai 2,5 juta Euro atau Rp 42 miliar,” kata Yusuf.

Sebelum pengumuman ini, kerjasama Paytren dengan Lechia Gdanks sudah lama terjalin. Salah satunya dengan mengirimkan pemain muda Indonesia Egy Maulana ke klub tersebut. Selain itu Logo warna oranye Paytren juga tampil di jersi Lechia Gdansk mulai pekan ini.

“Jersi itu akan dipakai mulai akhir pekan ini pada saat Lechia melawan Legia Warszawa dalam liga Ekstraklasa pada Senin 9 Desember,” ujarnya.

Pembayaran pembelian klub Lechia Gdanks sebesar Rp 42 miliar itu baru akan dibayar Juni. Itupun kata Yusuf Mansur akan dibayar secara bertahap selama tujuh bulan.

Ulama kondang ini mengaku mendapat banyak tawaran untuk membeli klub Eropa. Tapi, baru Lechia yang cocok. Dengan kepemilikan ini, Yusuf Mansur berharap, punya dua keuntungan. Pertama, membuka kesemaptan untuk mengirim pemain-pemain muda Indonesia ke Eropa. Kedua, Paytren bisa dikenal dan kelak dipakai di Eropa.

“Seluruh dunia akan bertanya dan mencari tahu, apa itu Paytren? Dan, ketika mereka mengetahuinya, kami Paytren, siap untuk bergabung dengan perusahaan pembayaran dunia mana pun. Untuk membuat Paytren merambah ke seluruh negara di dunia ini,” ujarnya.

Pembelian ini menurut Yusuf bukan memakai dana umat. Tapi, dana Paytren. Paytren sendiri kelak akan mengajak masyarakat untuk memiliki saham perusahaan atau klub-klub Eropa. “Kalau pengguna Paytren mendapat cash back berupa saham Real Madrid atau Liverpool atau Boeing asyik bukan?”.

(apt/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds