Tak Peka Perkembangan Isu di Masyarakat, Menteri Agama Sentil Guru Besar

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin saat berada di Acara The 2nd Islamic Higher Education Professors Summit (IHEP) di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djndjunan, Kota Bandung, belum lama ini.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin saat berada di Acara The 2nd Islamic Higher Education Professors Summit (IHEP) di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djndjunan, Kota Bandung, belum lama ini.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Guru besar mendapat kritik karena dinilai tidak peka dengan isu yang berkembang di tengah masyarakat. Padahal, kehadiran mereka dalam memberikan pencerahan sangat dibutuhkan.


Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan saat ini banyak bermunculan isu tentang keagamaan dan kebangsaan yang bisa memecah bangsa.

“Guru besar harus hadir di ruang masyarakat, bertatap muka termasuk di media sosial yang menjadi salah satu media untuk penyebaran isu yang tidak benar,” katanya dalam The 2nd Islamic Higher Education Professors Summit (IHEP) di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djndjunan, Kota Bandung, belum lama ini.

Ia mencontohkan, seorang guru besar bisa merespon isu yang berkembang dengan  pandangannya yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Semua guru besar di lingkungan perguruan tinggi agama Islam harus mempunyai persepsi dan cara pandang yang sama terhadap persoalan kebangsaan dan keagamaan di Indonesia.

Kehidupan umat beragama di Indonesia kini mendapat ancaman serius seiring datangnya era disrupsi dalam segala bidang. Pengaruh transnasionalisasi Islam membawa dampak negatif bagi kehidupan beragama dan bernegara.

Contohnya adalah dakwah dengan cara memaki, kontroversi bendera tauhid, dan isu-isu keislaman politis meluncur ke hadapan publik meluncur tanpa tinjauan akademis yang mencerahkan.

“Mengapa tak pernah ada studi yang mendalam tentang ini? Ini current isuses yang umat menunggu-nunggu,” terangnya.

Sementara itu, pakar studi Islam yang juga dosen tetap di Monash University Australia Nadirsyah Hosen yang hadir menjadi narasumber pada pertemuan membenarkan bahwa Indonesia tengah menghadapi ancaman serius pengaruh transnasionalisasi Islam yang membawa dampak negatif bagi kehidupan beragama dan bernegara.

Loading...

loading...

Feeds

Update Gempa Mamuju Sulbar: 34 Meninggal

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Korban akibat gempa Sulawesi Barat bertambah. Sampai dengan Jumat (15/1/20210) pukul 14.00 WIB, jumlah korban meninggal menjadi …