Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jabar I Capai Rp 25 Triliun

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hingga awal Desember tahun ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I mencatatkan kinerja perolehan pajak telah mencapai 77%, atau Rp25 triliun dari target Rp32,4 triliun.

Penerimaan tersebut menunjukkan pertumbuhan 12% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp25,7 triliun dari target Rp28,6 triliun.

“Ketidakpastian perekonomian, Indonesia bisa bertahan, baik di sektor riil, pertumbuhan sekitar 5%, inflasi 3%. Pencapaian penerimaan pajak Kanwil Jabar 1 baru di angka 77%,” sebut Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Arif Priyanto, di Kanwil DJP Jabar I, Kamis (6/12/2018).

Dalam outlook realisasi penerimaan pajak hingga 31 Desember 2018, pihaknya memprediksi mencapai 89,68%. Hal ini tumbuhnya dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dan inflasi, namun DJP Jabar I masih di angka bagus.

“Di sisi lain, lima sektor andalan atau kontribusi terbesar penerimaan pajak di DJP Jabar 1 yakni industri pengolahan (tekstil, dan nontekstil), perdagangan besar dan eceran, konstruksi, jasa keuangan dan asuransi, dan administrasi pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, perhitungan DJP Jabar I bisa 18%-19%, karena korelasi sektor bisa tumbuh 19%. “Apalagi persepsi kami melihat dari RAPBN yang diharapkan ekonomi 2019 akan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, di 2018 target penerimaan pajak Indonesia tercapai, yakni sekitar Rp1.894 triliun atau naik 18,2% dari tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini, penerimaan negara di tahun ini akan melampaui target dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Hal ini untuk pertama kalinya penerimaan negara melebihi target APBN. Hingga akhir 2018, penerimaan negara bisa mencapai Rp1.936 triliun atau naik 18,2% dari tahun lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar Rp1.894 triliun.

Alhasil Kementerian Keuangan RI memperkirakan hingga akhir tahun pos ini akan tumbuh 11% dari tahun lalu menjadi Rp2.210 triliun. Secara keseluruhan, APBN 2018 diperkirakan defisitnya hanya sebesar 1,86% dari produk domestik bruto (PDB).

“Angka itu jauh lebih rendah dari UU APBN 2018 sebesar 2,19% PDB. Dengan demikian, saat ini fokus pemerintah menurunkan defisit keseimbangan primer sebesar Rp15 triliun. Di UU APBN 2018, defisit keseimbangan primer dianggarkan Rp87 triliun,” pungkasnya.

(apt)

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …

Giring Ganesha Mau Nikah Lagi?

Jagad media sosial dikejutkan dengan video berjudul 'Giring Ganesha Mau Nikah lagi?'. Video tersebut diunggah oleh Giring sendiri di akun …