Habib Bahar Tersangka, TKN: Bukan Kriminalisasi Ulama, Salah Ya Salah

Habib Bahar bin Smith ditetapkan tersangka. Namun, tidak ditahan oleh polisi.

Habib Bahar bin Smith ditetapkan tersangka. Namun, tidak ditahan oleh polisi.

POJOKBANDUNG.com – Habib Bahar bin Ali bin Smith ditetapkan ‎sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana kejahatan terhadap penguasa dan ujaran kebencian. Ia menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut banci.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, dengan dijadikannya tersangka Habib Bahar maka ia menduga akan dibangun opini kriminaliasi terhadap ulama. Padahal menurut Karding, polisi menetapkan Karding sebagai tersangka atas dua alat bukti sah.

‎”Udahlah nggak usah framing-framing (ada kriminalisasi ke ulama ). Salah ya salah saja,” ujar Karding di Jakarta, Jumat (7/12).

Bahkan Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, pemerintah maupun aparat kepolisian tak pernah melakukan kriminaliasi terhadap ulama. Sehingga dia mempertanyakan kalau muncul persepsi atau isu kriminalisasi terhadap Habib Bahar.

‎”Mana ada ulama yang dikriminaliasi? Kasih satu contohnya. Kasih contohnya ke saya. Jadi, jangan semua orang-orang yang bersalah ditangkap oleh polisi, lalu (yang) disalahkan Pak Jokowi. Nggak bisa dong. Aneh,” tegasnya.

Menurut Karding, orang awam saja juga bisa mengetahui bahwa perkataan Habib Bahar adalah salah. Walaupun Indonesia menganut demokrasi, namun semua ada batasannya. Tidak boleh juga seorang kepala negara dihina.

‎”Jadi jangan mentang-mentang tokoh agama lalu boleh berbuat seenaknya. Ya nggak boleh. Itulah tujuan hukum, mengatur di masyarakat supaya ada tertib. Tertib nilai. Jadi, sekali lagi sangat keliru kalau itu apa-apa diarahkan ke framing (kriminaliasasi ulama),” ungkapnya.

Syahar menuturkan, penetapan tersangka itu setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan dan penandatangan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Bahar dan kuasa hukumnya, Azis Yanuar. Bahar dijerat dengan Pasal 16 juncto Pasal 4 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 juncto 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Pasal 207 KUHP.

Dalam video yang beredar di YouTube, Habib Bahar bin Ali bin Smith‎ menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Ia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci dan menyerukan untuk membuka celananya.

Adapun video itu, belakangan diketahui saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17 November 2018 lalu di daerah Batu Ceper, Tangerang, Banten.

“Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu,” ucap Habib Smith dalam video.

(gwn)

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …

Giring Ganesha Mau Nikah Lagi?

Jagad media sosial dikejutkan dengan video berjudul 'Giring Ganesha Mau Nikah lagi?'. Video tersebut diunggah oleh Giring sendiri di akun …

Ecovillage Konsisten Perkaya Konservasi

Kampung Naringgul, Ciasin, RW 10, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil menciptakan desa berbudaya lingkungan. Hingga detik …