110 Pemerkosaan Terjadi di Afrika Selatan Setiap Hari

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Di ruang kelas di Kota Soweto, Afrika Selatan, anak perempuan mendengarkan dengan saksama. Mereka sedang belajar bagaimana menghindari ancaman pemerkosaan di kehidupan sehari-hari mereka. “Pikirkanlah ini seolah-olah adalah testis pemerkosa,” kata pelatih Dimakatso Monokoli, seperti dilansir dari The Borneo Bulletin.

Seorang gadis berusia 11 tahun tanpa berkedip memberikan pukulan ke lutut dengan kuat-kuat. Ini adalah bagian dari strategi untuk membela diri dari kejahatan pemerkosa yang diajarkan di sekolah Thabisang, Afrika Selatan.

Statistik resmi menunjukkan, lebih dari 110 perkosaan dicatat oleh polisi setiap hari di Afrika Selatan. Tetapi angka-angka tersebut kadang dianggap kurang akurat karena kurangnya inisiatif pelaporan. Beberapa penelitian menyatakan hanya satu dari 13 perkosaan dilaporkan ke polisi.

pemerkosaan, kekerasan seksual, afrika selatan,
Di ruang kelas di Kota Soweto, Afrika Selatan, anak perempuan mendengarkan dengan saksama. Mereka sedang belajar bagaimana menghindari ancaman pemerkosaan di kehidupan sehari-hari mereka (AFP)

Pada bulan September, seorang anak berusia 17 tahun diperkosa di bangsal rumah sakit bersalin oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi dokter. Sekitar waktu yang sama, seorang gadis tujuh tahun diperkosa di toilet sebuah restoran menjadi berita populer di Ibu Kota Pretoria, dengan rekaman video yang muncul dari seorang pria beberapa saat setelah serangan itu.

“Kami telah mencoba yang terbaik, tidak ada yang tampaknya lebih rendah (jumlah serangan). Oleh karena itu, kami menyerukan pengebirian secara kimiawi, ”kata Sekretaris Jenderal African National Congress Women’s League Meokgo Matuba setelah dua perkosaan.

Kembali ke kelas lain di Soweto, Monokoli mengajarkan tidak hanya membela diri, tetapi bagaimana anak perempuan dapat membaca dan bereaksi terhadap situasi yang berisiko. “Jangan pernah membuat kesalahan dengan berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang Anda merasa tidak nyaman,” katanya.

Monokoli bekerja untuk Action Breaks Silence (ABS), sebuah badan amal Afrika Selatan yang bekerja dengan sekolah-sekolah untuk mendidik anak perempuan untuk membela diri.

Pendiri ABS, Debi Steven sendiri pernah diperkosa saat masih kecil. Ia telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengajar dan memberi saran di sekolah dan perusahaan.

“Kekerasan telah dinormalisasi di Afrika Selatan,” katanya kepada AFP. “Ada begitu banyak perkosaan yang membuat orang menjadi tidak sensitif terhadapnya,” imbuhnya.

Dia mendukung pelatihan bela diri dengan kesadaran mental. “Pelatihan bela diri memberi para gadis kepercayaan diri untuk menetapkan batas,” katanya. Dalam banyak kasus, kekerasan seksual dilakukan oleh kerabat atau orang yang dikenal korban.

Steven mengatakan dua wanita dibunuh setiap hari oleh pasangan mereka atau mantan pasangan mereka di Afrika Selatan.

 

(ina)

loading...

Feeds

Sidang Korupsi Meikarta Digelar Besok Rabu

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Pengadilan Tipikor. Bahkan majelis …