APMFI Bahas Program Kerja di Rakornas

Sejumlah pengurus APMFI serta guru SMK Negeri dan swasta Kejuruan Farmasi se-Indonesia foto bersama usai Rakornas di Kota Bandung.

Sejumlah pengurus APMFI serta guru SMK Negeri dan swasta Kejuruan Farmasi se-Indonesia foto bersama usai Rakornas di Kota Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) menggelar Rakornas dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Tingkat nasional. Kegiatan yang diikuti guru dari SMK Negeri dan swasta Kejuruan Farmasi se-Indonesia itu membahas sejumlah program kerja.


Ketua APMFI Jawa Barat, Nonik Cahyana mengatakan, LKPD dan Rakornas tersebut diikuti oleh 41 sekolah dari perwakilan provinsi di Indonesia. Salah satu nyang dibahas ialah membuat peta kompetensi sekolah.

“Dalam Rakornas ini kami undang 105 kepala sekolah, tapi yang handir 45 sekolah dan kita hadirkan Ketua Umum pusat untuk menjalin komunikasi,” ucap Nonik saat dietmui disela-sela kegiatan di Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).

Nonik melanjutkan, pembahasan Rakernas akan membahas lebih jauh terkait surat izin untuk Smk Farmasi sebagai surat izin apoteker atau surat tanda registrasi. Sebab, saat ini ada regulasi Permenkes 2016 bahwa lulusan hanya dijadikan sebagai asisten tenaga kesehatan.

“Kemudian lulusan SMK Farmasi juga wajib melapor ke Dinkes provinsi yang harusnya dapat dikeluarkan bukti lapor dinas kesehatan untuk kerja di dunia usaha,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua APMFI pusat, Leonov Suryanto membenarkan, bahwa dalam Rakernas pokok pembahasan masalah regulasi standar ujian kompetensi dimana diatur oleh Permenkes. Kata dia, semua SMK Farmasi harus uji kompetensi tersebut.

“Kami juga kerjasama dengan asosiasi farmasi dan ada juga beberapa lain yang terkait. Standarisasi itu tugas penting kami adalah untuk membantu menstandarkan lulusan-lulusan SMK dengan sertivikasi ujian secara nasional,” kata dia.

Leonov juga mengungkapkan, dalam Permenkes ada kalimat setelah tiga bulan lulusan SMK Farmasi Jawa Barat harus daftar Dinkes Jabar tidak menerbitkan dan pihaknya meminta hal tersebut untuk segera dibereskan. Sampai saat ini, pihaknya juga masih dibingungkan terkait sertivikasi tersebut dimana para lulusanya akan ditulis Asisten Tenaga Kefarmasian (ATK) atau seperti apa.

Sementara itu, Kadisdik Jawa Barat, Ahmad Hardadi menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka Rakernas Asosiasi pendidikan dan juga lomba kopetensi peserta dididik. Namun dalam hal ini yang dikeluhkan adalah surat keterangan bahwa lulusan SMK bisa jadi asisten Apoteker.

“Kemenkes tertulis sarat lulusan diploma padahal lulusan Smk sangat kompetitif dan ini bisa dibicarakan masalah kompetensi,”ungkapnya.

Kata Hadadi, Rakernas ini harus dilakukan agar bisa menumbuhkan komitmen SMK Farmasi bisa peduli dan lulusan kualitas nasional bisa dipertahankan sesuai amanat Inpres SMK bisa.

Menurutnya, SMK Farmasi juga harus kuat dalam dunia wirausaha, teknik dan punya budaya. Kemudian usaha dan industri dalam dunia farmasi harus kuat apalagi dengan kesehatan.

“Lulusan SMK dari sisi kreatifitas dan inovasi punya jiwa kewirausahan dan sikap berwirausaha, tapi SMK Negeri dan swasta juga harus miliki standar,”pungkasnya.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Tetap Waspada Mutasi Virus B117

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan virus mutasi terbaru yakni B117 belum sampai ke Kota Bandung, meski …

Kaum Perempuan di Bandung Suarakan Aspirasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Puluhan massa yang mengatasnamakan Simpul Puan (Simpul Pembebasan Perempuan) mengadakan aksi damai memperingati International Women’s Day (IWD) atau …

Warga Desa Batulawang Belum Direlokasi

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Pemerintah Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera merealisasikan rencana terbaik yang telah dikomunikasikan …

Pangdam Pimpin Serah Terima Jabatan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam mewariskan nilai-nilai Siliwangi sekaligus mengestafetkan misi tugas dalam membangun kebesaran dan kejayaannya, Kodam III/Siliwangi menggelar acara …

Ajak Perempuan Keluar Zona Nyaman

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Perempuan di Kabupaten Bandung Barat harus memiliki integritas, tangguh dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pasalnya, kesan …

Harus Aktifkan Koperasi di Sumedang

 POJOKBANDUNG.com, KOTA – Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang Masa Bhakti 2021-2025 diharapkan mampu mengaktifkan dan menghidupkan kembali koperasi …

Belum Bisa Layani Semua Kecamatan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran kota Cimahi mengaku masih kewalahan untuk dapat melayani …

Vaksinasi Covid Telan Rp47 Miliar

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang mengungkap, di tahun anggaran 2021 ini, Pemda Subang mendapat …

Kompak Bantu Warga yang Isolasi

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Desa Jalancagak, Kaecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang memberikan bantuan bagi tetangga yang tengah menjalani isolasi mandiri di …

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …