3 Hari Kritis, Perawat Korban Begal Meninggal Dunia

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Neng Meila Susana (33), perawat Klinik Medika Antapani yang menjadi korban begal meninggal dunia. Ibu dari dua anak tersebut koma selama tiga hari di Rumah Sakit Al Islam. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku begal yang diduga berjumlah dua orang.

Kabar meninggalnya Neng disampaikan pamannya, Asep Usnedi (52). Pihak keluarga sebelumnya sudah pasrah melihat kondisi Neng yang terus kritis. “Iya secara medis dikasih tahu oleh dokternya (meninggal dunia),” katanya, Kamis (29/11).

Jenazah rencananya dikebumikan di kampung halamannya di Cilengkeng, RT 01 RW 04 Desa Wangonjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. “Kalau memungkinkan, (dikebumikan) malam ini, kalau tidak Insya Allah besok pagi,” ujarnya.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi korban memang semakin kritis. Setelah dua hari dirawat di ruang di ruang High Care Unit (HCU) RS Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, kondisi korban tak kunjung pulih. Bahkan tingkat kesadaran korban sangat rendah, hanya 0,1%.

Hanya mukjizat yang bisa mengembalikan kondisi Neng Meila Susana seperti sedia kala. Asep mengatakan, akibat benturan keras di kepala, saraf korban mengalami gangguan. Benturan itu menyebabkan tengkorak kepala sebelah kanan retak.

Asep menjelaskan, korban Neng Meila memiliki dua anak laki-laki. Satu anak masih menyusui dan satu lagi sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD). Dia berharap pemerintah, meningkatkan keamanan Kota Bandung, terutama di titik-titik rawan, seperti Jalan Soekarno-Hatta. Sebab aktivitas warga 24 jam.

“Kami berharap, pemerintah baik Pak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jabar, Wali Kota, Kapolda Jabar, maupun Kapolrestabes Bandung, meningkatkan kondisi keamanan di Kota Bandung. Tingkatkan patroli di daerah rawan seperti Jalan Soekarno-Hatta. Aktivitas warga 24 jam, ada yang bekerja malam, pulang malam. Kerja itu bukan hanya pagi, mungkin sampai jam 12 malam. Kebetulan keponakan saya pulang jam 12 malam. Jadi benahi lah keamanannya. Kalau sejahtera tapi tidak aman kan percuma,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan, pihaknya masih terus berupaya memburu pelaku. Saat ini, tim khusus yang dibentuk mengumpulkan fakta serta memeriksa sejumlah saksi.

“Tentu kami akan terus mengusut tuntas kasus ini. Mudah-mudahan dalam waktu cepat semuanya bisa terungkap,” kata Irman.

Diberitakan sebelumnya, Neng menjadi korban begal pada Senin (26/11) malam saat ia berkendara menuju rumah di kawasan Rancasari, Kota Bandung bersama suaminya.

Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba mereka dipepet diduga oleh dua orang menggunakan satu motor. Salah satu pelaku mencoba merebut tas milik korban. Karena refleks, ia menahan tasnya.

Namun, tarikan yang dilakukan pelaku membuat motor yang ditungganginya kehilangan keseimbangan. Usai mempertahankan tasnya, Neng dan suaminya terjatuh. Sementara pelaku yang gagal mencuri langsung melarikan diri.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai mengatakan helm yang digunakan Neng terlepas hingga kepalanya membentur aspal jalan. Sementara suaminya terluka namun tidak terlalu parah.

Diketahui, Neng Meila Susana diduga jadi korban begal di Jalan Soekarno-Hatta pada Senin (26/11/2018) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, korban baru pulang dari bekerja sebagai perawat di Klinik Medika Antapani, dibonceng oleh suaminya, Rudi Dirga Hagana.

Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta dan hendak berbelok ke arah Riung Bandung, dua pelaku menggunakan motor jenis sport memepet korban. Pelaku menarik tas korban. Meski tas korban tak berhasil dibawa kabur pelaku, namun Neng dan suaminya Rudi Dirga Hagana terjatuh membentur aspal jalan.

Kebetulan saat terjatuh, helm yang dikenakan korban terlepas. Kepala korban Neng membentur aspal sehingga mengalami perdarahan. Sedangkan kondisi suaminya mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.

(apt/dkk)

Loading...

loading...

Feeds

ruhimat

Ruhimat Tantang Bukti Jual Beli Jabatan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat mengatakan, pelantikan dan rotasi jabatan sebagai penyempurnaan serta penyemangat baru. “Pelantikan ini sebagai penyegaran …
gerakan

Gerakan Azzan Serentak Tuai Sorotan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sorot ihwal kebijakan Pemkot Bandung dan dengan Badan Hisab Rukyat (BHR) …