Mensos Sebut Jumlah Anak Jalanan Semakin Menurun

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementrian Sosial RI bekerja sama dengan 10 pimpinan daerah di Indonesia dalam menyerukan Stop Anak Jalan, dalam kegiatan Jambore Ceria di halaman Gedung Sate Bandung, Rabu (28/11/2018).


Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, anak-anak di bawah umur tidak seharusnya ‘berkeliaran’ di jalanan lebih dari 8 jam per harinya. Data yang terhimpun, ada 16 ribu anak jalanan di Indonesia, jumlah tersebut kian berkurang dari sebelumnya kurang lebih 40 ribu anak.

“Mereka yang seharusnya belajar di sekolah, bermain di lingkungan rumah dan keluarga tidak seharusnya diperbolehkan keluar lebih dari 8 jam,” tutur Agus usai kegiatan.

Ia menyebut, ada banyak faktor anak-anak jalanan di Indonesia salah satunya faktor keluarga. Sehingga, ia mengakui kini mulai bergerak dengan merangkul keluarga-keluarga di pedesaan maupun pinggiran kota agar tidak membiarkan anak-anaknya berada di jalanan terlalu lama.

“Anak-anak tidak semestinya beraktivitas di jalan yang rentan dengan banyak risiko sosial,” tambahnya.

Keluarganya, lanjutnya, juga harus mendapatkan dukungan sosial dan ekonomi agar berdaya sehingga anak-anak tidak terpaksa turun ke jalan untuk membantu mencari nafkah keluarga. Untuk itu, pada Januari 2016 Kementerian Sosial (Kemensos) telah mencanangkan program Indonesia Bebas Anak Jalanan.

“Dalam implementasinya Kemensos bekerja bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah dan masyarakat,” imbuhnya.

Agus mengatakan, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga, hak mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, hak mendapat pendidikan, layanan kesehatan, identitas diri dan hak partisipasi. Hal ini sangat penting diperoleh dari keluarganya sebagai fondasi bagi tumbuh kembang anak.

“Saya ingin mengingatkan kepada semua pihak kini saatnya anak-anak tidak beraktivitas di jalan seperti aktivitas ekonomi atau hidup di jalan,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan masalah sosial anak jalanan telah diupayakan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat antara lain melalui Rumah Singgah, Panti Asuhan, Yayasan Perlindungan Sosial Anak, lahirnya Perda Perlindungan Anak, serta MoU Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang komitmen bersama dalam perlindungan anak. Kementerian Sosial juga memberikan Bantuan Sosial Anak melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

“Dengan adanya kebijakan-kebijakan pemda tentang perlindungan terhadap anak jalanan, maka tercermin pula dalam keberpihakan anggaran yang memadai untuk penanganan anak jalanan sehingga jumlahnya terus berkurang,” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Menyongsong Peradaban Baru Era 5.0

SEIRING perjalanan hidup manusia beserta peradaban yang dilahirkannya, kemajuan industri dan teknologi kerap tercermin dari masa ke masa. Generasi demi …