BPJS Ketenagakerjaan dan DPMPTSP Kota Bandung Sosialisasikan Implementasi Perizinan Usaha

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suhedi memaparkan program jaminan sosial saat kegiatan sosialisasi implementasi usaha melalui Online Single Submission (OSS) di DPMPTSP Kota Bandung di Car Free Day, Dago, Kota Bandung, Minggu (25/11/2018).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suhedi memaparkan program jaminan sosial saat kegiatan sosialisasi implementasi usaha melalui Online Single Submission (OSS) di DPMPTSP Kota Bandung di Car Free Day, Dago, Kota Bandung, Minggu (25/11/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bandung Suci, menjalin kerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung. Kerjasama tersebut merupakan upaya dalam hal perlindungan terhadap tenaga kerja di Kota Bandung.


Kegiatan sosialisasi perlindungan terhadap tenaga kerja digelar di Car Free Day (CFD), Dago, Kota Bandung, Minggu (25/11). Acara sosialisasi itu juga diisi berbagai kegiatan salah satunya games.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci Suhedi mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan menyosialisasikan program DPMPTSP, yakni penerapan Online Single Submission (OSS). Dimana kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu syarat wajib bagi perusahaan yang akan melaksanakan perizinan di kantor DPMPTSP.

“Jadi perusahaan atau pemberi kerja, ketika ia mengurus izin usaha, pihak perusahaan langsung mengurus pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tujuannya agar tenaga kerjanya bisa terlindungi dari awal perusahaan berdiri,” ucap Suhedi saat ditemui disela-sela kegiatan.

Suhedi menegaskan, apabila nanti sistem OSS diterapkan, sementara pihak perusahaan tidak mengurus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawannya, maka dapat dipastikan tidak bisa melanjutkan kepengurusan perizinan lainnya. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

“Semua terintegrasi, izin perusaan keluar berbarengan dengan keikutsertaan karyawan di BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Suhedi.

Kata Suhedi, saat ini penerapan OSS di DPMPTSP masih dalam proses, meski demikian perusahaan tetap harus mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Walaupun sedang berproses tetap perusahan harus mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu syarat mutlak,” tutup Suhedi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Arief Syaifudin menuturkan, melalui kerjasama ini diharapkan iklim usaha di Kota Bandung tetap terjaga, begitu juga dengan jaminan kerja bagi setiap tenaga kerja.

“Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan baru program ini. Bisa jadi kedepannya akan ada lagi kerjasama yang lain untuk menumbuhkan iklim usaha yang sehat baik bagi perusahaan atau untuk tenagakerjanya,” ujar Arief.

Sejauh ini, sambung Arief, sosialisasi OSS antara DPMPTSP dan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci kali ini merupakan upaya membantu pusat. Dari 52 jenis izin, baru 34 izin sudah diurus melalui OSS. Izin tersebut berkaitan dengan usaha, seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan lainnya.

“Mudah-mudahan kerjasama ini terus terjalin dan saling bersinergi antara DPMPTSP dan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …