‘Astrajingga’, Mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa Unjani Ikut Serta di KMHE 2018

Rektor Unjani, Witjaksono M.Sc, NSS, meluncurkan secara resmi 'Astrajingga', sekaligus memasang stiker Unjani, logo Jurusan Teknik Mesin, serta logo ikatan alumni di Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Rabu (21/11/2018) (Foto : Whisnu Pradana )

Rektor Unjani, Witjaksono M.Sc, NSS, meluncurkan secara resmi 'Astrajingga', sekaligus memasang stiker Unjani, logo Jurusan Teknik Mesin, serta logo ikatan alumni di Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Rabu (21/11/2018) (Foto : Whisnu Pradana )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi akan mengikutkan mobil hemat energi hasil karya Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknis Mesin dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018.

Ajang tersebut menjadi kali pertama bagi Unjani mengikutsertakan mobil hemat energi hasil karya mahasiswanya.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini, akan diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat pada 27 November hingga 1 Desember 2018.

Ahmad Wahidin (21), mahasiswa Jurusan Teknik Mesin sekaligus Manajer Tim Astrajingga mengatakan, nama Astrajingga diambil dari tokoh pewayangan dari tatar Sunda yang berkarakter sederhana, santai, setia, namun juga pemberani dalam membela kebenaran dan bertempur seperti ksatria.

“Harapannya agar kami dapat berjuang membela almamater di kompetisi nasional tersebut. Ini memang yang pertama, tapi kami optimis,” tutur Ahmad saat ditemui di sela-sela peluncuran mobil hemat energi, Rabu (21/11/2018).

Dia menjelaskan, ‘Astrajingga’ merupakan mobil prototipe dengan body terbuat dari fiberglass dan rangka dari besi hollow. Dengan membuat torsi pada mesin dinaikkan dan pengeluaran bahan bakar dikurangi.

“Kami merangkainya dari nol, sejak Juli 2018. Diawali dengan desain, membuat sasis, rangka, dan lainnya. Ada mesin las SMAW di lab maka kita manfaatkan material yang ada,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam pembuatan mobil tersebut, tim mendapat pembinaan dari Resi Nurofik selaku dosen Jurusan Teknik Mesin. Proses perakitan dan pembuatan pun tidak selancar yang dibayangkan. Bahkan tim sempat mengalami tiga kali gagal dalam pembuatan body dan sasis.

“Akhirnya didapat spesifikasi yang cukup memuaskan meski ada keterbatasan. Prosesnya panjang dan penuh perjuangan,” tuturnya.

Dia menjelaskan untuk mencapai kesiapan mobil dari awal hingga siap untuk turun lomba, dibutuhkan dana sedikitnya Rp25 juta. Dananya didapat dari bantuan sponsor, dan pihak Unjani.

“Kami berharap bisa meraih hasil optimal dalam kompetisi ini. Kita ingin mengenalkan bahwa kita ini Unjani dan bisa berbicara di ajang nasional” jelasnya.

Rektor Unjani, Witjaksono M.Sc, NSS, meluncurkan secara resmi mobil hemat energi itu, sekaligus memasang stiker Unjani, logo Jurusan Teknik Mesin, serta logo ikatan alumni yang diteruskan dengan uji coba kendaraan mengelilingi area rektorat Unjani.

Menurutnya, ‘Astrajingga’ diciptakan murni dari inisiatif mahasiswa, sehingga pihaknya mendukung penuh kreatifitas mahasiswanya dengan cara membiayai kebutuhan pendanaan tim ke Padang, termasuk pembinaan dan bimbingan teknis dalam perakitan mobil yang dilombakan oleh jajaran dosen dan jurusan.

“Kami dorong mahasiswa untuk kreatif, tiap Jumat saya keliling himpunan minta mereka buat sesuatu nanti kita dukung. Tapi harus ciptaan sendiri, karena kreatifitas itu ada dalam moto Unjani,” ujar Witjaksono.

(dan)

 

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …

Giring Ganesha Mau Nikah Lagi?

Jagad media sosial dikejutkan dengan video berjudul 'Giring Ganesha Mau Nikah lagi?'. Video tersebut diunggah oleh Giring sendiri di akun …

Ecovillage Konsisten Perkaya Konservasi

Kampung Naringgul, Ciasin, RW 10, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil menciptakan desa berbudaya lingkungan. Hingga detik …