Pemain Persib Dituding Terima Suap, Umuh Muchtar: Mereka Menangis

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar

POJOKBANDUNG.com – Memasuki pekan-pekan terakhir Liga 1 2018, Persib Bandung terus mengalami guncangan. Usai mendapat sanksi superberat dari Komisi Disiplin PSSI, kini isu suap yang melibatkan pemain Persib memanaskan suhu di kamar ganti Maung Bandung. Beberapa pemain seperti kapten Supardi Nasir, Gozhali Siregar, Hariono, dan Ardi Idrus terseret dalam masalah internal panas ini.

Kabar adanya pemain Persib yang menerima suap belakangan ini memang ramai diperbincangkan. Namun manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menegaskan dan yakin pemainnya tidak terlibat dalam soal suap menyuap dan pengaturan skor.

Tanya Supardi ya, pokoknya saya sudah bicara langsung. Hariono, Supardi, Ardi sampai menangis seperti anak kecil. Mereka pasti sangat sakit (dituduh). Main 30 kali, satu kali kalah masa dibegitukan, itu tidak benar,” kata Umuh di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (19/11).

Pada awalnya, Umuh dan pihak PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tidak akan berkomentar soal tudingan suap ini. Namun karena sudah ramai di media maka mereka memutuskan harus diklarifikasi. Agar Bobotoh dan masyarakat lainnya tidak mendapat berita yang simpang siur.

Umuh pun memastikan akan mengusut soal tudingan tersebut. Karena ini sudah merusak nama baik PT PBB juga para pemain yang dituduh. Terlebih Persib masih menyisakan tiga kali pertandingan lagi yang krusial untuk menentukan peluang juara di Liga 1 2018.

“Ini tentu harus diusut, karena ini sudah jelas pelecehan dan mencemarkan nama baik. Kita akan usut, sudah jelas mereka tidak seperti itu (menerima suap). Kasihan, semua juga simpati sama Supardi, Ardi, dan yang lainnya. Kalau dituding seperti itu kan sakit sekali,” pungkasnya.

(ona)

loading...

Feeds

Sidang Korupsi Meikarta Digelar Besok Rabu

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta ke Pengadilan Tipikor. Bahkan majelis …