Putra Mahkota Saudi Perintahkan Bunuh Khashoggi Berdasar Bukti Sadapan Telepon

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman

POJOKBANDUNG.com – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menjadi terduga pelaku yang memerintahkan  pembunuhan jurnalis Jamal Khashogi.

Berdasarkan pemberitaan media ternama New York Times yang mengutip sumber-sumber pejabat AS, Sabtu (17/11/2018), kesimpulan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA  didasarkan pada besarnya kekuasaan MBS atas Saudi sehingga pembunuhan tersebut tak mungkin terjadi tanpa persetujuannya.

Jadi kesimpulan CIA juga didasarkan pada sadapan telepon MBS beberapa hari sebelum pembunuhan dan panggilan telepon oleh tim pembunuh ke seorang pejabat dekat MBS.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, beberapa minggu terakhir CIA yakin bahwa MBS terlibat pembunuhan Khashoggi, namun CIA enggan menyimpulkan secara pasti bahwa MBS memerintahkan pembunuhan tersebut. Namun kini CIA berubah pandangan seiring munculnya bukti-bukti baru, termasuk penyadapan telepon yang menunjukkan seorang anggota tim pembunuh menelepon orang dekat MBS dan mengatakan “bilang ke bosmu” bahwa misi telah selesai.

Namun meski begitu, pejabat-pejabat AS mengatakan, bukti baru tersebut bukan bukti langsung yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Instambul, Turki.

Namun penyadapan telepon itu menunjukkan bahwa MBS memang mencoba mencari cara untuk membujuk Khashoggi pulang ke Saudi. Meski MBS tidak secara khsusus mengatakan dalam percakapan via telepon tersebut bahwa dia menginginkan Khashoggi dibunuh.

Seorang pejabat AS mengatakan, badan-badan intelijen AS juga memeriksa komunikasi antara Khashoggi dan Duta Besar Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salmad , yang tak lain adalah saudara laki-laki MBS. Dalam percakapan telepon yang disadap intelijen AS tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi agar dia datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan berkas-berkas yang diperlukannya untuk pernikahannya dengan sang tunangan dan menjamin hal itu aman dilakukannya.

Tidak jelas apakah Khalid tahu bahwa Khashoggi akan dibunuh, namun dia disuruh MBS untuk menelepon Khashoggi. Khalid sendiri telah membantah soal telepon tersebut dan meminta pemerintah AS untuk menunjukkan bukti.

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, mengatakan, Khalid dan Khashoggi tak pernah membahas “apapun terkait pergi ke Turki”. Dikatakannya, klaim yang disampaikan dalam kesimpulan CIA tersebut adalah palsu.

Hasil kesimpulan CIA mengenai peran MBS dalam pembunuhan Khashoggi ini pertama kali dilaporkan oleh media Washington Post pada Jumat (16/11) waktu setempat. Menurut Washington Post, kesimpulan CIA mengenai peran MBS juga didasarkan pada penilaian CIA mengenai MBS sebagai penguasa de facto Saudi yang mengawasi semua hal, bahkan urusan kecil sekalipun di Saudi.

“Posisi yang diterima adalah bahwa tak mungkin ini terjadi tanpa dia (MBS) tahu atau terlibat,” kata seorang pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11/2018).

(apt/dtk)

loading...

Feeds

Ini Varian Kosmetik Baru Marcks’ dan Venus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemilihan produk kosmetik sebaiknya mempertimbangkan segi kecantikan dan kesehatan. Inilah yang mendorong PT Kimia Farma (Persero) Tbk …