Korupsi Sekda Tasikmalaya, Dana Hibah Cuman Diterima Rp 12 Juta

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Polda Jabar menahan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Qodir karena dugaan korupsi dana hibah Rp 3,9 miliar. Abdul diduga menyunat dana hibah para penerima.

Salah satu penerima yakni Ade Riyatna (58), pengelola Yayasan Al-Ikhlas di Dusun Selaawi Panjang, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame. “Saya seharusnya menerima dana hibah sebesar Rp 150 juta, tapi setelah diterima dari bank lalu dipotong Rp 135 juta. Dari Rp 135 juta itu, ada pemotongan lagi menjadi Rp 15 juta. Kemudian dipotong lagi, jadi hanya menerima Rp 12 juta,” ujarnya saat ditemui dikediamannya di Dusun Selaawi Panjang, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame. Jumat sore (16/11/2018).

Ade mengungkapkan, saat ini pembangunan madrasah sudah selesai. Namun yang rencananya akan dibangun dua lantai kini hanya satu lantai saja. “Kasusnya sudah ditangani Polda Jawa Barat. Jadi semuanya diserahlan kepada petugas penegak hukum,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan hibah dari pemerintah untuk pembangunan sarana umum sangat dibutuhkan. Karena sejauh ini pembangunan yang dilakukan secara swadaya masyarakat tidak terlalu besar.

“Bantuan itu sangat dibutuhkan, karena dari swadaya itu terbatas. Kalau ada hibah atau bantuan-bantuan itu jangan ada potongan-potongan untuk ini dan itu,” pungkasnya.

Diketahui, Polda Jawa Barat membongkar praktik korupsi dana hibah yang melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya dan sejumlah pejabat serta PNS pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Tasikmalaya. Kerugian negara berkaitan dugaan korupsi itu mencapai Rp 3,9 miliar.

Selain Abdul Qodir, Polda Jabar menetapkan 8 orang lainnya, di mana tiga orang merupakan warga biasa. Sisanya PNS Pemkab Tasik.

Dalam kasus ini, Abdul Kodir memegang peranan penting. Dia menyuruh kepada PNS Kabupaten Tasikmalaya mencari dana dan sejumlah yayasan penerima hibah. Setelah ditemukan, tersangka Mulyana memerintahkan Setiawan membuat proposal pengajuan serta memotong dana hibah yang cair.

Hasil pemotongan dana dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 3,9 miliar itu dibagi-bagi kepada para tersangka. Mereka mendapat pembagian uang yang beragam.

(ard)

loading...

Feeds

bandung

Aset Koperasi Capai Rp13 Triliun

POJOKBANDUNG.ID, BANDUNG – Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan aset koprasi di Kota Bandung mencapai Rp13 triliun. Besaran nilai tersebut …

XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat

XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersama dengan Vocus Group dan Alcatel Submarine Networks telah berhasil menyelesaikanproyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut(SKKL) Australia-Indonesia-Singapura. Proyekpembangunan yang dimulai sejak Desember 2017 tersebut telah selesai pada kuartal ketiga 2018 dan langsung dimanfaatkan awal Oktober 2018. 

SOYJOY Ajak Ahli Gizi Update Keilmuan

Amerta Indah Otsuka adalah perusahaan yang berkomitmen sejak dulu untuk memproduksi produk-produk sehat yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat banyak.