BPJS Ketenagakerjaan Grebek Pasar Citeureup Cimahi

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi melaksanakan sosialisasi dan akuisisi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada pedagang di Pasar Citeureup Kota Cimahi, Rabu (14/11/2018). Foto:Istimewa

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi melaksanakan sosialisasi dan akuisisi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada pedagang di Pasar Citeureup Kota Cimahi, Rabu (14/11/2018). Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi melaksanakan sosialisasi dan akuisisi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada pedagang di Pasar Citeureup Kota Cimahi, Rabu (14/11/2018).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi, Ferry Azhari mengatakan, edukasi yang dilakukan berupa sosisalisasi program jaminan sosial tenaga kerja, khususnya para pekerja informal atau tenaga kerja mandiri. Kegiatan bertajuk “Grebek Pasar” ini dilaksanakan untuk mengajak pekerja informal atau tenagakerja mandiri agar ikut dalam program jaminan sosial.

“Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak seluruh pekerja, baik pekerja
Penerima Upah (PU) maupun Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di seluruh wilayah Indonesia,” kata Ferry Azhari.

Para pekerja BPU, sebutnya, termasuk para pedagang pasar yang keseharian aktifitasnya juga memiliki resiko kerja. Dan, merupakan salah satu komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat melindungi seluruh pekerja dari resiko sosial, baik itu kecelakaan kerja atau kematian yang tentu akan mengakibatkan hilangnya mata pencaharian. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan akusisi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi bersama Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian Kota Cimahi untuk UPT di Pasar yang berada di Wilayah Kota Cimahi.

Ferry Azhari menjelaskan, kegiatan Grebek Pasar tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terlebih para pekerja bukan penerima upah agar nantinya mengenal lebih banyak program-program BPJS Ketenagakerjaan.  Apalagi selama ini masyarakat banyak yang belum paham dan terkadang bingung.

“Untuk sasaran utama edukasi ini yakni peserta bukan penerima upah atau warga yang bekerja secara mandiri, seperti pedagang, tukang ojek, petani dan tukang becak,” jelasnya.

Koordinator Pasar Citeureup, Andri Gunawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung kehadiran BPJS Ketenagakerjaan. “Program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat baik untuk perlindungan bagi para pedangang sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang yang mana resiko kerja pasti ada,” katanya.

Saat ini, jumlah pedagang yang terdata di pasar sejumlah 85 pedagang dan pihaknya berharap kehadiran BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kesadaran kepada para pedagang agar mendaftarakan diri mereka ke program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, para pedagang terlihat antusias untuk menanyakan informasi dan manfaat layanan program yang diantaranya langsung mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Menurut saya, program ini bagus sehingga saya mendaftar dan langsung dapat kartu,” ujar Esar Suhirman yang juga Ketua Forum Pedagang Pasar Citeureup.

Dia menambahkan, iurannya ringan hanya Rp16.800 yakni untuk kepesertaan program jaminan kematian (JK) dengan premi tiap bulan Rp 6.800 dan jaminan kecelakaan kerja dengan premi tiap bulan Rp10.000. Serta dapat juga menambahkan program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan tambahan iuran Rp 20.000.

(sol/pojokbandung)

loading...

Feeds

Ini Varian Kosmetik Baru Marcks’ dan Venus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemilihan produk kosmetik sebaiknya mempertimbangkan segi kecantikan dan kesehatan. Inilah yang mendorong PT Kimia Farma (Persero) Tbk …