Hadiri Mujahadah Cinta, Kiai Maruf Doakan Para Jomblo Segera Punya Pasangan Halal

Cawapres no 01 KH.Ma'ruf Amin didampingi Ketua DPW PKB Jabar,Syaiful Huda saat acara Mujahadah Cinta untuk Para Jomblo di Kantor DPW PKB Jabar, Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Bandung,Minggu (11/11/2018).

Cawapres no 01 KH.Ma'ruf Amin didampingi Ketua DPW PKB Jabar,Syaiful Huda saat acara Mujahadah Cinta untuk Para Jomblo di Kantor DPW PKB Jabar, Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Bandung,Minggu (11/11/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebuah survei yang dirilis sebuah majalah anak muda, menyebutkan bahwa Jawa Barat berada di peringkat ke 3 sebagai provinsi yang jumlah jomblonya (orang yang belum punya pasangan) terbanyak.


Merespon fakta tersebut, DPW PKB Jawa Barat menggelar kegiatan, “Mujahadah Cinta untuk Para Jomblo”, bersama Cawapres KH. Prof Dr. Maruf Amin di aula kreatif DPW PKB Jawa Barat, Jalan Banteng No. 1 Kota Bandung.

Ketika disinggung mengenai kegiatan di atas, Kiai Maruf Amin yang juga didampingi sang istri, merespon posotif. Terlebih ketika diberi tahu bahwa data-data yang ada menunjukan persentasenya di angka 8,2 %, setelah Jawa Tengah dan Sumatra Utara.

“Saya sempat kaget, ketika disodorkan data jumlah cewek jomblo di 10 Provinsi se Indonesia, dan ternyata Provinsi Jawa Barat jumlahnya lumayan banyak. Nah, kunjungan silaturahim ini, saya sengaja menyempatkan waktu untuk mendo’akan para jomblo ini agar secepatnya mendapatkan pasangan yang halal,” seru Maruf Amin.

Sementara itu, Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat menuturkan bahwa dari hasil diskusi ringan dengan para pengurus lainnya, menyebutkan bahwa seorang cewek jomblo rata-rata diperebutkan oleh dua sampe tiga cowok jomblo.

“Artinya, bisa jadi cowok jomblo itu jumlahnya lebih besar dua sampai tiga kali lipat dibanding cewek jomblo. Oleh karenanya PKB Jawa Barat berinisiasi menggelar kegiatan Mujahadah Cinta untuk para Jomblo dengan mengundang Kiai Maruf, untuk memberikan ijazah doa khusus bagi para jomblo,” tutur Huda.

Lebih jauh, Huda menjelaskan bahwa dari 8,2 % cewek jomblo tersebut, ternyata sebanyak 23 % tingkat pendidikannya setara diploma/sarjana. Dan menurut para pakar psikologi, terlalu lama memajang status single atau jomblo tidaklah terlalu bagus untuk kesehatan. Orang-orang yang lebih memilih untuk tetap sendiri tidak akan merasakan manfaat yang diperoleh jika sudah berpasangan.

Perlu diketahui, memiliki pasangan hidup ternyata punya banyak manfaat, salah satunya adalah mengurangi rasa sakit. Para peneliti menunjukkan, mereka yang sering memegang tangan pasangan justru jarang merasakan sakit. Ini dikarenakan getaran listrik yang terjadi ketika berpegangan dengan orang yang kita cintai, membuat berkurangnya rasa sakit. Rasa sakit tersebut bisa berkurang lebih banyak lagi apabila seorang wanita ataupun laki-laki memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia.

“Dari sejumlah literatur yang saya baca, setidaknya ada sembilan manfaat yang akan dirasakan oleh orang-orang yang sudah memiliki pasangan. Antara lain: tidak mudah stres, lebih percaya diri, menjaga tekanan darah, menjaga kesehatan mental, dan yang tak kalah penting dapat menyembuhkan hati yang terluka.” jelas Huda.

Ketika disinggung apa target dari kegiatan dari Mujahadah Cinta untuk Para Jomblo ini, Huda secara lugas mengatakan, tidak lain adalah untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Jawa Barat dengan cara mempunyai pasangan yang halal.

“Pak Kiai Maruf Amin ini kan Ulama besar, ahli di bidang agama. Makanya saya meminta beliau berkenan untuk mendoakan sekaligus memberikan tips bagaimana cara mendapatkan pasangan yang halal,” kata Huda.

“Nah, kami berharap, pak Kiai dapat menurunkan ilmunya kepada para jomblo di Jawa Barat, sekaligus mengijazahkan doa mujarab agar diberi pasangan yang maslahat bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak,” seloroh Huda.

(azm/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …