Modus Baru Politik Uang dalam Pemilu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengimbau warga untuk waspada dalam menerima jasa asuransi dari peserta Pemilu. Pasalnya, hal itu masuk dalam kategori praktik politik uang yang baru.

Biasanya, hal itu dilakukan untuk mengelabui petugas Bawaslu dalam melaksanakan pemantauan pesta demokrasi dan menghindari hukuman pidana. Karena, pemberian sembako atau hal sejenis sangat mudah dideteksi.

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menjelaskan pemberian jasa atau asuransi dalam kegiatan kampanye pemilihan umum legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres) adalah salah satu modus baru praktik politik uang.

Jangan sampai dengan keterbatasan pemahaman, masyarakat dimanfaatkan sebagai pelaku atau bahkan menjadi korban dalam praktik politik uang. Jika mencurigai aktivitas mencurigakan, ia meminta untuk melaporkannya kepada Bawaslu.

“Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran Pemilu 2019. Kalau menemukan yang seperti itu, laporkan,” kata Abdullah saat ditemui disela sosialisasi Pemilu yang bersih dan berintegritas di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Minggu (11/11).

Dia kembali mengingatkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Di situ diatur bahwa baik pemberi maupun penerima ‘uang politik’ sama-sama bisa kena jerat pidana berupa hukuman penjara.

Pada Pasal 187A ayat (1), Undang-Undang tentang Pilkada diatur, setiap orang yang sengaja memberi uang atau materi sebagai imbalan untuk memengaruhi pemilih maka orang tersebut dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, plus denda paling sedikit Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar.

Pada Pasal 187A ayat (2), diatur ketentuan pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum, menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Semua masyarakat harus menyadari bahwa Pemilu 2019 merupakan hajat politik seluruh masyarakat Indonesia itu yang harus berjalannsecara jujur, adil, bermartabat dan menjunjung integritas.

Selain politik uang, Abdullah meminta agar pesta demokrasi tidak mudah terbawa arus informasi bernuansa SARA yang busa memicu perpecahan dan saling benci.

“Kami berpesan tidak menjadikan isu sara dikapitalisasi untuk meraih kemenangan secara tidak bermartabat,” pungkasnya.

 

(Azs)

loading...

Feeds

Tim Alpha dan KAMMu Kawal Rekapitulasi Suara

POJOKBANDUNG.com, RELAWAN Pasangan Capres nomor urut 01 Jokowi-Amin Tim Alpha dan Korps Angkatan Muda Muhamadiyah (KAMMu) Jawa Barat, diminta tidak lengah …

Relawan Jabar Tahan Suara Pasangan 02

Perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga seolah tidak goyah untuk wilayah Jawa Barat. Meski demikian, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, mengklaim …

Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Niat menyekolahkan anak di sekolah yang layak, namun tidak sesuai harpan. Hanya kekecewan yang didapat. Itulah yang …
cisumdawu

Tol Cisumdawu Siap Digunakan Pemudik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerima informasi terbaru terkait kesiapan sebagian ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), untuk mudik …