Sanksi Dicabut, PT Jasa Medivest Siapkan Program Baru

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perusahaan pengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), PT Jasa Medivest kembali beroperasi setelah menerima sanksi administratif tahun lalu. Salah satu langkah kerja pertama yang dilakukan adalah mengurus penerbitan izin incinerator II Plant yang berlokasi di Dawuan, Karawang.


Untuk diketahui, anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana ini sempat dihentikan aktivitasnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui SK Menteri LHK Nomor 4240/Menlhk-PHLHK/PPSA/GKM.0/08/2017.

Direktur Utama PT Jasa Sarana Dyah S Wahjusari mengatakan pencabutan sanksi administrasi tersebut buah dsri konsolidasi dan komunikasi bisnis dengan para shareholder dan stakeholder.

“Alhamdulillah bisa kembali beroperasi dengan kesiapan penuh mengelola limbah medis. ini adalah momentum baik untuk salah satu anak perusahaan,” ujarnya di Bandung, Kamis (8/11/2018).

Agenda terdekat usai pencabutan sanksi adalah melakukan beberapa mengurus penerbitan izin incinerator II Plant yang berlokasi di Dawuan, Karawang. Sehingga PT. Jasa Medivest bisa mengolah 24 ton limbah medis setiap harinya.

Direktur Utama PT Jamed Irwan Valevi menambahkan pencabutan sanksi administratif pun akan disosialisasikan kepada customer. Pasalnya, mereka harus mendapatkan kontrak agar tugasnya mengolah limbah medis busa berjalan.

Hal yang akan diinformasikan kembali adalah PT Jamed telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 18001. Selain itu, Plant Dawuan dilengkapi ruang pembakaran bersuhu 1000-1100 derajat Celcius dengan kontrol polusi udara, mesin pembakaran yang mampu menetralkan emisi gas buang seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO serta dioxin dan furan.

“Sehingga gas buang yang dikeluarkan memenuhi parameter yang ditetapkan oleh KEP-03/BAPEDAL/09/1995 dan standar baku emisi internasional,” ujarnya.

Sebelum mendapatkan sanksi administrasi, Jamed sendirimelayani pelanggan yang mencapai lebih dari 1900 perusahaan medis.Dimana sekitar 15 persennya merupakan pelanggan perusahaan rumah sakit.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …