DJP Jabar I Edukasi Mahasiswa LPKIA, Sadar Pajak

Kakanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Poltek LPKIA Bandung.

Kakanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Poltek LPKIA Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dalam rangka mewujudkan generasi yang memiliki kesadaran pajak, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I melaksanakan program edukasi nilai-nilai kesadaran pajak kepada mahasiswa Politeknik Komputer Niaga (Poltek), Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Amerika (LPKIA) Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (9/11).


Kepala Kanwil DJP Jabar I, Yoyok Satiotomo menjelaskan, program ini sebagai edukasi Kesadaran Pajak dalam Sistem Pendidikan Nasional. Sekaligus untuk meningkatkan kesadaran dunia pendidikan akan pajak.

Yoyok mengatakan, edukasi kesadaran pajak juga perlu upaya kampanye yang dilakukan secara terstruktur, terarah dan terpadu. Kegiatan kampanye tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Pekan Inklusi Kesadaran Pajak.

“Rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan literasi kesadaran pajak kepada dunia pendidikan tidak hanya di kampus melainkan sampai sekolah tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP), tingkat atas (SMA) dan tingkat perguruan tinggi (PT),” ujar Yoyok.

Yoyok menambahkan, pekan Inklusi Kesadaran Pajak 2018 dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pajak dan Kampanye Program Inkusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan.

Kegiatan ini lanjut dia, untuk menambah pemahaman masyarakat tentang manfaat dan peranan pajak dalam pembangunan serta dukungan pemangku kepentingan dalam menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini melalui pendidikan.

Sementara, mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis LPKIA, Ilma mengatakan, pihaknya sangat diuntungkan dengan gelaran seminar tersebut. Selain memberi informasi sekaligus memberi kesadaran.

“Dengan adanya seminar ini siswa sadar akan pajak dan punya wawasan pajak, tema pajak bertutur juga membuat kita lebih memperhatikan pada pajak kami sangat antusias,” kata Ilma.

Selain itu, Ilma mengakui kontribusi pajak seperti mekanisme pembayaran pajak, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan generasi milenial, lantaran beberapa pengusaha muda masih butuh diberikan penerangan atas bisnis yang digeluti.

“Mahasiswa banyak mulai bisnis online dan mereka juga diwajibkan bayar pajak, jadi sangat bermanfaat untuk kami,” pungkasnya. (Azs)

Loading...

loading...

Feeds