SDN di Baleendah Kebanjiran, Siswa Tetap Belajar di Pengungsian

SDN 1 Andir Kabupaten Bandung terendam banjir.

SDN 1 Andir Kabupaten Bandung terendam banjir.

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Banjir kembali menyergap rumah warga Kabupaten Bandung, termasuk sekolahan seperti yang terjadi di SDN 1 Andir, Kecamatan Baleendah. Siswa pun terpaksa belajar di tempat pengungsian.

Berdasarkan pantauan, sekolah tersebut terendam banjir setinggi satu meter. Para siswa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lokasi pengungsian di gedung Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung, Jalan RAA Wiranata Kusumah, Kabupaten Bandung.

“Mulai hari ini kami belajar di pengungsian. Saya mendapat info jam satu malam, kemuadian langsung berkoordinasi dengan pihak Kwarcab untuk menggunakan aulanya,” ujar Kepala Sekolah SDN 1 Andir Yeti Setiawati Nu’man di gedung pengungsian.

Mereka belajar di lantai tanpa alas tikar. Para siswa sangat antusias meski harus belajar di area pengungsian.

Siswa SDN Andir Baleendah belajar di lokasi pengungsian korban banjir.

Yeti mengungkapkan, selama musim hujan baru kali ini siswanya belajar di pengungsian. Banjir pernah terjadi pada 1-3 November lalu, namun ruangan kelas masih dapat digunakan.

“Waktu itu KBM masih dapat dilakukan di sekolah, karena yang banjir hanya akses jalannya saja,” kata Yeti.

Hari ini, lanjut dia, sarana sekolah untuk sementara waktu tak dapat difungsikan karena banjir. “Kursi, meja dan lemari terendam. Buku sudah diselamatkan, disimpan di lantai dua,” sebutnya.

Menurut Yeti, siswa belum hadir semua, karena baru pertama belajar di pengungsian. Dalam KBM ini, kata dia, yang hadir kurang dari 50 persen.

“Seluruh siswa dari kelas satu sampai enam ada 218 orang. Karena rumah siswa ikut terendam banjir, yang hadir hari ini cuman 71 siswa,” tandasnya.

Ia memaparkan, 71 siswa yang hadir dalam KBM tersebut merupakan siswa yang rumahnya tidak terdampak banjir. “Mereka yang hadir hari ini rumahnya enggak banjir. Rumahnya ada di Jalan Banjaran-Dayeuhkolot, nanti kalau ibu-bapaknya sudah ngungsi ke pengungsian, baru hadir,” ungkap Yeti.

Salah satu siswa, Raisya (8) mengaku, tak masalah belajar di pengungsian. “Ya harus semangat dong. Kalau enggak sekolah nanti bodoh, biar pintar meski banjir juga,” tambahnya.

Selain di SDN 1 Andir, banjir merendam SDN Leuwi Bandung dan Bolero di Kacamatan Dayeuhkolot. Para siswanya juga harus mengungsi agar KBM tetap berjalan.

(ard)

loading...

Feeds