Tagana Kalbar Siap 1 Jam di Lokasi Bencana

DUKUNGAN: Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat menyerahkan bantuam dan dukungan kepada Tagana Provinsi Kalbar melalui Wakil Gubernur Kalbar.

DUKUNGAN: Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat menyerahkan bantuam dan dukungan kepada Tagana Provinsi Kalbar melalui Wakil Gubernur Kalbar.

POJOKBANDUNG.com, TARUNA Siaga Bencana (Tagana) Se-Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan Bakti Sosial ke-IV Tahun 2018 sebagai wujud komitmen dalam membantu masyarakat menghadapi kejadian bencana.


Ucapan salam yang terus-menerus digaungkan “Adil Katalino Bacaramin Kasaruga Basengat Kajubata” memiliki makna berlaku adil sesama manusia, kehidupan manusia mencerminkan usaha menuju surga dan selalu menyadari atas kuasa
Tuhan.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat menyatakan, di tanah yang penuh toleransi dan nilai-nilai kemanusiaan di Kabupaten Kubu Raya, telah dilaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Taruna Siaga Bencana Indonesia Tahun 2018 dengan mengerahkan 300 orang Tagana yang mewakili seluruh kabupaten/kota se-Kalbar.

“Jumlah Tagana di Provinsi Kalbar 894 orang, potensi luar biasa bagi Tagana Indonesia yang berjumlah 37.817 orang,” ujarnya dalam informasi yang diterima Radar Bandung, Rabu (7/11).

Sepanjang 2018, lanjutnya, di berbagai wilayah Indonesia setidaknya terdapat 1.235 kejadian bencana, dimana korban meninggal mencapai 3.360 jiwa, 489 jiwa luka-luka, 2.770.814 mengungsi dan 231.798 unit rumah rusak berat, sedang maupun kecil.

Gempa yang mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa Provinsi NTB yang mengakibatkan 567 orang meninggal dunia, 1.478 jiwa luka berat dan kurang lebih 358.029 orang mengungsi.

Serta bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah mengakibatkan 2.087 orang meninggal dunia, 4.438 jiwa luka berat dan 180.594 orang mengungsi.

“Kejadian ini semakin membuat paradigma pentingnya penanggulangan bencana berbasis masyarakat, serta menempatkan masyarakat sebagai subyek penanggulangan bencana. Mereka-lah unsur pertama dan utama dalam penanggulangan bencana sebelum bantuan datang dari luar,” bebernya.

Pada tanggal 24 Maret 2004 lalu, ujar Harry, Kementerian Sosial menginisiasi berdirinya relawan kemanusiaan yang telah memberikan kiprah nyata dalam penanggulangan bencana selama ini.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …