Banjir Bandang Tasikmalaya, Akses ke Garut Terputus

Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut ambruk diterjang banjir, Selasa dini hari (06/11).

Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut ambruk diterjang banjir, Selasa dini hari (06/11).

POJOKBANDUNG.com, TASIKMALAYA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya menimbulkan banjir dan longsor di Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal dan Culamega, Selasa (6/10). Akibatnya tujuh warga meninggal dunia, seorang hilang dan jembatan penghubung Tasikmalaya-Garut roboh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Wawan Ridwan Effendi menerangkan korban-korban itu dari Cipatujah dan Culamega.


Sementara itu, kata dia, jembatan di Kecamatan Cipatujah itu terputus akibat diterjang banjir bandang Sungai Ciandum. Jembatan ini roboh sekitar pukul 03.00. Akibatnya Desa Ciandum, Ciheras, Pameutingan, dan Sukahurip terisolir.

“Tidak ada jalan alternatif kecuali berputar ke Garut,” papar dia.

Untuk jumlah rumah yang terendam, pihaknya belum bisa memastikan. Karena masih didata. Pihaknya juga kesulitan berkoordinasi lantaran jaringan komunikasi putus dan listrik mati.

“Sejak malam listrik padam,” katanya.

Etih (44), warga Ciandum menyebutkan robohnya jembatan itu sekitar pukul 03.00 setelah hujan deras pada Senin (5/10).

“Saat roboh seperti suara gempa,” ujar dia.

Saat itu, terang dia, luapan Sungai Ciandum sangat tinggi hingga lebih dari 10 meter dari bibir sungai.

“Memang ini yang paling besar airnya yang saya ketahui,” tuturnya.

Koordinator lapangan (korlap) relawan BPBD Kecamatan Cipatujah Rahmat Saputra menyatakan pihaknya menemukan dua korban dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Desa Nagrog. Jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan.

“Memang saat ditemukan terbawa air sungai,” papar dia. Relawan BPBD sementara ini belum bisa mengidentifikasi nama-nama korban.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan assessment dan penganggulangan terputusnya jalur yang menghubungkan jalan antara Tasikmalaya dan Cipatujah dikarenakan robohnya Jembatan Cipatujah, Sungai Ciandung , Kabupaten Tasikmalaya.
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat beserta Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengirim instrumen membangun jembatan darurat dengan baja (Jembatan Bailey).
Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jabar Dedi Taufik, mengatakan Arus lalu lintas sementara dari Sindangbarang ke Tasikmalaya dialihkan melalui Pameungpeuk Garut selanjutnya dari arah Pangandaran menuju Sindangbarang dialihkan melalui Tasikmalaya.

“Kejadian terputusnya jembatan sekira pkl. 03.00 WIB, Selasa 6 November 2018 pada ruas jalan nasional, panjang jembatan diperkirakan 120 m. Terputusnya jembatan karena pondasi yang terkena gerusan air sungai yang deras, sekitar 60 m,” katanya melalui siaran pers yang diterima, Selasa (6/11).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jabar, Dicky Saromi, menyampaikan informasi kejadian tersebut per-tanggal 6 November 2018 pukul 11.00 WIB.

Disebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah diwilayah Kabupaten Tasikmalaya dari Pukul 20.00 sampai dengan Pukul 04.00 WIB telah mengakibatkan terjadinya luapan aliran sungai Cipatujah di Kecamatan Cipatujah. Hal ini menyebabkan sedikitnya tiga kecamatan terendam banjir.
Kecamatan yang terkena dampak adalah Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karang Nunggal, dan Kecamatan Culamega.

“Hingga laporan ini diturunkan, tercatat sedikitnya 50 KK di Kecamatan Cipatujah terendam banjir, sementara untuk Kec. Karang Nunggal dan Cumaluga masih dalam tahap verifikasi,” katanya.

“Ketinggian air bervariasi, Kecamatan Cipatujah antara 50 Cm – 1,8 Meter pada pukul 01.00 WIB. Sedangkan di Kecamatan Karang Nunggal pada pukul 03.00 WIB antara 30 Cm, hingga 200 Cm,” jelasnya. (ujg/bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …