Gerindra Unggul di Jabar, Adiyana: Bukan karena Mesin Partai Bekerja

 Adiyana Slamet

Adiyana Slamet

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mengenai pertarungan partai politik di 10 provinsi besar di Indonesia. Jawa Barat menurut survei LSI, dimenangkan oleh Partai Gerindra dengan persentase 20,2 persen. Kemudian disusul PDIP (17,8 persen), Golkar (11,3 persen), PKS (6,0 persen), dan PPP (4,7 persen) dengan Margin of Error 4,1 persen.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet menilai kemenangan Gerindra pada survei LSI belum bisa dijadikan patokan bahwa Gerindra akan memenangi Pileg 2019 di Jawa Barat karena Margin of error survei LSI 4,1 persen, inilah yang membuat hasil survei tidak tepat dibaca.

Menurutnya, Partai Gerindra menang atas PDI-P selama selisihnya masih berada dalam margin of error. Selain itu, selama masih pada kondisi tersebut, hasil survei tetap bisa dikatakan valid walau pun hasil akhir berbeda. Jika ternyata PDI-P yang menang, bukan Gerindra, maka survei LSI tetap valid selama hasilnya masih dalam rentang margin of error.

Selanjutnya hasil survei LSI memungkinkan angka 20,2 persen perolehan Partai Gerindra bukan karena mesin partai yang bekerja secara optimal, melainkan efek Pilpres yang menempatkan ketua partainya sebagai satu diantara calon presiden dan wakil presiden. “Gerindra itu bukan karena mesin partai yang bekerja optimal, tetapi efek figur Pilpres,” ucapnya, Selasa (6/11).

Sedangkan angka 17 persen yang diraih PDI-P, menurut Adiyana hal tersebut mutlak merupakan angka yang didapatkan karena loyalitas dan basis kader PDI-P yang kuat atau biasa disebut strong voter.

“PDI-P itu mesin partai nya sudah kuat sejak dulu, dan sebagai partai pemenang, memiliki pengalaman tinggi yang jelas, dan mempunyai basis yang jelas, PDI-P 17 persen itu mayoritas adalah kader partai atau pemilih yang memang sudah loyal kepada partai karena di 27 Kabupaten/Kota terdapat basis dan pemilih tradisional PDI -P, kalau Gerindra masih tanda kutip,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemenangan Gerindra pada survei LSI juga tidak berimbas pada partai koalisinya di Pileg 2019. Pengaruh asosiasi capres/cawapres terhadap parpol berpotensi mendongkrak suara partai. Ini yang disebut coattail effect atau efek ekor jas. Artinya, yang mengajukan capres atau cawapres mendapatkan asosiasi yang kuat sedangkan PKS dan PAN relatif tidak kena imbas karena hasil survei kedua partai itu perolehan suaranya relatif menurun, seperti PKS menurun 3 persen di Jawa Barat, sedangkan di Pileg imbasnya pada parliamentary threshold.

“Hasil survei LSI di Jawa Barat kan koalisi Jokowi 40 persen sekian di pileg, sedangkan koalisi Prabowo di 30 persen sekian, jadi dalam melihat survei harus utuh, karena Pileg dan Pilpres kemungkinan akan berbeda karena Pilpres kan dibangun Koalisi partai,” pungkasnya.

(fid)

loading...

Feeds

negara

Mahasiswa 14 Negara Belajar ke Cireundeu

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kampung Adat Cireunde kedatangan tamu mancanegara. Para tamu tersebut merupakan peserta Summercourse , Sociopreuner dan Cultural workshop …