Tingkatkan Nilai Ekonomi di Sektor Pariwisata Melalui Keramahan

Sejumlah wisatawan asing sedang berjalan-jalan di area depan Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Kota Bandung.
(foto : Pikiran Rakyat)

Sejumlah wisatawan asing sedang berjalan-jalan di area depan Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Kota Bandung. (foto : Pikiran Rakyat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menginginkan pramuwisata memiliki sikap friendly to tourism atau ramah kepada wisatawan. Hal itu dipastikan bisa menambah nilai ekonomi disektor pariwista dari pelancong.

Kadisparbud Jabar, Ida Hernida mengatakan, pemikiran friendly to tourism harus juga diberikan kepada masyarakat. Sebab, wisata adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jabar.

Menurut Ida, pada tahun 2017, wisatawan mancanegara mencapai jumlah 1,5 juta, sedangkan pada tahun ini Pemprov Jabar menargetkan sebanyak 1,75 juta kunjungan.

“Sehingga dibutuhkan peran dari stakeholder terkait, termasuk dalam menjaga sikap ramah kepada wisatawan tersebut,” ucap Ida saat ditemui di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (30/10).

Ida menuturkan, bukan hanya sikap yang ramah tapi dunia pariwisata di Jabar harus mengikuti perkembangan zaman terutama digitalisasi. Sehingga dalam promosi akan berbagai wisata dapat memanfaatkan kelebihan ini.

“Kita juga harus beralih kepada digital agar promosi yang dihadirkan lebih kekinian, termasuk melalui media sosial. Misalnya pelaku sektor wisata dapat memposting berbagai kelebihan dari Jawa Barat, itukan secara tidak langsung mempromosi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemprov Jawa Barat juga memiliki rencana akan membangun kampung seniman dimana kamoung tersebut akan dibuat sebagai wadah berbagai seniman yang berasal dari 27 kota/ kabupaten di Jawa Barat.

“Keberadaan kampung seni tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada dunia pariwisata nantinya,”jelasnya.

Namun saat ini, kata Ida, masih ada keterbatasan anggaran, jika kampung seniman sudah terlaksana, kedepannya diharapkan bisa menjual karena akan memberikan dampak baik kepada pariwisata Jabar.

“Sebanyak 467 kesenian dan budaya, bisa kita tampilkan jika memiliki tempat budaya atau kampung seni ini,”pungkasnya.

(azs)

loading...

Feeds