Duh…Penyandang Disabilitas Minim Dilibatkan di Sektor Penempatan Kerja…

HARMONIS: Teman-teman penyandang disabilitas berpartisipasi aktif dalam kegiatan uji publik RPP tentang Habilitasi dan Rehabilitasi, sehingga tujuan pengharmonisasian dan penyempurnaan pun dapat tercapai. (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

HARMONIS: Teman-teman penyandang disabilitas berpartisipasi aktif dalam kegiatan uji publik RPP tentang Habilitasi dan Rehabilitasi, sehingga tujuan pengharmonisasian dan penyempurnaan pun dapat tercapai. (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Sekitar 21 juta atau 8,56 persen penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas.


Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Edi Suharto menyebut, tingginya populasi mereka tidak diimbangi dengan kuatnya partisipasi mereka dalam berbagai sektor antara lain pendidikan, pelatihan, penempatan kerja dan lainnya.

“Penyandang disabilitas juga tereksklusi dari lingkungan sosial serta mendapatkan keterbatasan terhadap fasilitas dan layanan publik,” tutur Edi kepada wartawan, Minggu (28/10/2018).

Selama ini, lanjut Edi, dukungan yang diberikan masyarakat kepada kaum disabilitas selama ini lebih banyak dimaknai dalam perspektif bukan berdasarkan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Upaya peningkatan inklusivitas penyandang disabilitas yang menyeluruh pada setiap aspek penghidupan, meliputi beberapa arah kebijakan,” ujarnya kepada peserta uji publik Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Habilitasi dan Rehabilitasi bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan dilaksanakan untuk mendapatkan masukan, mengharmonisasikan dan menyempurnakan penyusunan RPP sebagai turunan dari Undang–undang (UU) No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pembangunan inklusif disabilitas dilaksanakan dengan pendekatan dimana kegiatan pengarusutamaan disabilitas di seluruh program dan menargetkan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari setiap program berdasarkan kesamaan hak,” imbuhnya.

Dalam pembangunan insklusif disabilitas, lanjutnya, pengusungan prinsip-prinsip aksesibilitas, partisipasi dan juga anti diskriminasi harus terus diperkuat.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …